Manusia perlu untuk buang air kecil atau kencing setidaknya empat sampai delapan kali sehari. Namun, terkadang tekanan kehidupan modern membuat kita menahannya, terutama ketika sedang menikmati film di bioskop, sedang dalam perjalanan, atau sedang sibuk dengan kegiatan lainnya. Tetapi, seberapa buruk kebiasaan ini dan berapa lama tubuh kita dapat menahannya? Mari kita simak lebih lanjut.

Menurut Heba Shaheed, seorang ahli kesehatan, memiliki kebiasaan kandung kemih yang sehat sangatlah penting bagi fungsi sistem saluran kemih dan kesehatan secara keseluruhan. Penting untuk mengosongkan kandung kemih sekitar 4-8 kali sehari dan tidak lebih dari dua kali setiap malam.

Kandung kemih orang dewasa memiliki kapasitas yang mengesankan, mampu menyimpan hingga setengah liter (2 cangkir) air kencing. Bahkan, saat ditahan, kemampuannya untuk meregang membuatnya dapat menampung lebih dari setengah liter air kencing.

Seorang ahli urologi di New York Urology, Alex Shteynshlyuger, secara tegas menjelaskan, “Kandung kemih adalah organ yang sangat fleksibel. Meskipun dapat menahan banyak urine, menahannya untuk jangka waktu yang lama bukanlah kebiasaan yang baik.” Memang, menahan kencing secara terus-menerus dan menjadikannya kebiasaan berpotensi membahayakan dan menyebabkan penderitaan yang tak perlu.

Kandung kemih terbuat dari jaringan otot yang sangat elastis. Semakin penuh kandung kemih, semakin meregang elastisitas jaringan ototnya. Saat akhirnya kandung kemih sudah penuh, otak memberi sinyal kepada saraf otak untuk mengosongkan kandung kemih. Setelah buang air kecil, kita akan merasa lega seketika.

Jika menahan kencing menjadi kebiasaan, dalam beberapa kasus jangka panjang, jaringan elastis pada otot-otot kandung kemih bisa mengalami kerusakan dan akhirnya digantikan oleh jaringan parut. Sayangnya, hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk memperbaikinya. Hal ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kesulitan mengosongkan kandung kemih secara penuh (retensi urin), kerusakan pada ginjal, dan peningkatan risiko infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, penting untuk tidak menahan kencing secara terus-menerus dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Menahan kencing menjadi kebiasaan buruk yang dapat berdampak negatif pada kesehatan kita. Meskipun terkadang kita mengalami situasi di mana kita harus menahan kencing, seperti saat tidak ada toilet yang tersedia, sering menahan kencing bisa menyebabkan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai.

Seberapa lama kita dapat menahan kencing?

Menahan kencing adalah kemampuan tubuh kita untuk menyimpan urin dalam kandung kemih tanpa mengeluarkannya. Seberapa lama kita dapat menahan kencing sebenarnya bervariasi antara individu. Beberapa orang mungkin dapat menahan kencing selama beberapa jam, sementara yang lain hanya beberapa menit.

Namun, secara umum, sebagian besar orang dapat menahan kencing selama dua hingga empat jam diantara kunjungan ke kamar kecil. Hal ini tentu saja bergantung pada berbagai faktor termasuk tingkat hidrasi, kebiasaan minum, dan kapasitas kandung kemih seseorang.

Jadi, meskipun waktu yang dapat kita tahan kencing dapat berbeda-beda, sebaiknya kita tetap mendengarkan sinyal dari tubuh dan pergi ke kamar kecil ketika merasa perlu. Penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan menghindari masalah seperti infeksi saluran kemih dengan rutin mengosongkan kandung kemih secara teratur.

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa timbul akibat menahan kencing secara terus-menerus:

  1. Infeksi Saluran Kemih (Urinary Tract Infection disingkat UTI): Ketika kita menahan kencing, urine yang sudah berpatogen bisa mengendap di dalam saluran kemih. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri dan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih biasanya disertai dengan gejala seperti sering buang air kecil, nyeri atau terbakar saat buang air kecil, dan perasaan tidak nyaman di area panggul. Penting untuk tidak menahan kencing terlalu lama guna menghindari risiko infeksi saluran kemih ini.
  2. Batu Ginjal (Kidney Stones): Menahan kencing secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Ketika urine mengendap di dalam ginjal dan mengalami dehidrasi, mineral-mineral tertentu dapat mengendap dan membentuk batu. Batu ginjal bisa sangat menyakitkan dan menyebabkan masalah ginjal yang serius.
  3. Gangguan Kandung Kemih (cystitis): Menahan kencing dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan pada kandung kemih. Kandung kemih yang terus-menerus terisi dengan urine bisa menjadi lemah dan tidak dapat mengosongkan sepenuhnya saat buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah seperti inkontinensia atau kesulitan buang air kecil.
  4. Retensi Urin (Urinary Retention): Menahan kencing dalam waktu yang lama juga dapat memicu retensi urin, yaitu kondisi di mana urine tidak dapat keluar sepenuhnya dari kandung kemih. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti adanya penyumbatan atau kerusakan pada saluran kemih. Retensi urin bisa menyebabkan perasaan tidak nyaman, nyeri, dan dapat mengganggu fungsi normal kandung kemih.

Penting untuk diingat bahwa menahan kencing bukanlah kebiasaan yang sehat dan dapat berdampak negatif pada kesehatan kita. Jika kita sering mengalami kesulitan untuk menahan kencing, sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selalu penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih kita dengan minum cukup air dan buang air kecil secara teratur.


Retensi Urin

Gambar diambil dari urologyspecialist.com.au

Menurut video di atas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait dengan ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah dampak menahan kencing terhadap otot-otot di kandung kemih.

Menahan kencing secara terus-menerus dapat menyebabkan melemahnya otot-otot di kandung kemih. Hal ini karena ketika seseorang menahan kencing, tekanan dalam kandung kemih meningkat. Lama kelamaan, otot-otot yang bertanggung jawab untuk mengontrol buang air kecil menjadi kurang efisien dalam menjalankan fungsinya. Akibatnya, resiko penyakit retensi urin saat usia bertambah pun meningkat.

Retensi urin adalah kondisi di mana kandung kemih tidak mampu mengosongkan air seni secara penuh. Pada kondisi ini, sisa air seni tetap tertahan dalam kandung kemih setelah buang air kecil. Retensi urin bisa menjadi masalah serius dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti perasaan ingin buang air kecil yang tetap ada meskipun telah baru saja buang air kecil.

Selain itu, retensi urin juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sistitis. Sistitis adalah infeksi pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Ketika air seni tertahan dalam kandung kemih, bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Sistitis dapat menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang terus menerus, dan nyeri di daerah panggul.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak menahan kencing secara terlalu sering dan jangan mengabaikan dorongan untuk buang air kecil.


Batu Ginjal (Kidney Stones)

Gambar diambil dari www.tucc.com

Orang-orang rentan terhadap penyakit batu ginjal karena sering menahan buang air kecil. Batu ginjal terbentuk di ginjal karena kelebihan mineral berupa natrium atau kalsium, dan apabila jumlah mineral ini tidak teratur atau menumpuk pada bagian ginjal, maka akan terjadi penggumpalan dan pengerasan. Ketika batu ginjal keluar dari tubuh melalui saluran kemih, sensasi sakit yang tak tertahankan akan dirasakan. Dengan pemahaman ini, penting bagi kita untuk merawat ginjal dengan baik dan mencegah pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal dapat menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu, seperti:

  1. Infeksi pada ginjal.
  2. Rasa sakit dan perih saat buang air kecil.
  3. Kesulitan buang air kecil.
  4. Rasa nyeri di bagian ulu hati.

Untuk mengatasi batu ginjal, diperlukan tindakan operasi pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat dan menghancurkan batu ginjal tersebut dengan keyakinan penuh.


Infeksi Saluran Kemih (Urinary Tract Infection disingkat UTI)

Gambar diambil dari urologyspecialist.com.au

Menahan urin dalam jumlah besar selama waktu yang lama bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi kandung kemih. Ini disebabkan oleh potensi pertumbuhan bakteri berbahaya yang dapat berkembang, mengingat kondisi yang optimal bagi mereka. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menahan urin dalam waktu yang terlalu lama guna menjaga kesehatan saluran kemih.

Gejala infeksi saluran kemih yang dialami diantaranya:

  • Muncul rasa nyeri pada perut bagian bawah
  • Muncul rasa nyeri saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering dengan volume yang sedikit
  • Buang air kecil dengan disertai pendarahan

Menahan kencing dapat memiliki dampak serius terhadap infeksi kandung kemih dan infeksi ginjal. Hal ini karena infeksi tersebut dapat memperburuk kondisi infeksi dan bahkan memicu perkembangan sel kanker. Penting bagi kita untuk menyadari betapa seriusnya konsekuensi dari menahan kencing ini.

Beberapa jenis kanker dapat berkembang sebagai akibat dari infeksi yang terjadi di saluran pencernaan:

  • Kanker Prostat
  • Kanker Serviks
  • Kanker Rahim
  • Kanker Kelenjar Getah Bening

Gangguan Kandung Kemih

Ini adalah masalah yang terutama mempengaruhi perempuan, dan hubungannya dengan peradangan pada dinding kandung kemih, sering disebut sistitis. Gejala utamanya adalah:

  1. Nyeri di panggul.
  2. Sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil.
  3. Frekuensi buang air kecil yang meningkat, bahkan lebih dari 10 kali sehari.
  4. Kemungkinan terjadi kebocoran urin jika menahan untuk buang air kecil.

Jika Anda mengalami masalah ini, sangat penting untuk segera mengonsultasikannya dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis, karena hanya dengan penanganan yang tepat kita dapat mengatasi sistitis dengan percaya diri.

Melihat dampak buruk dari kebiasaan menahan kencing, tentu membuat kita berpikir ulang untuk menahan kencing dan menyegerakan buang air kecil dalam kondisi dan kegiatan apapun. Jika merasa ingin kencing, sebaiknya kita langsung melakukannya tanpa ragu.


Referensi lanjutan:

www.medicalnewstoday.com

Retensi Urine: urologyspecialist.com.au | my.clevelandclinic.org

Batu Ginjal: www.tucc.com

Tinggalkan komentar