Pasca pandemi, ada sesuatu yang unik dan tak terduga yang telah memberikan dampak mendalam bagi banyak pengusaha, baik perusahaan besar, startup, maupun UMKM. Daring dan luring tak luput dari dampaknya. Lantas, apa itu? Jawabannya adalah Perubahan Perilaku Konsumen. Konsumen kini telah mengalami pergeseran pola pikir dan kebiasaan dalam berbelanja. Dalam situasi ini, sangat penting bagi para pengusaha untuk memahami dan mengantisipasi perubahan ini guna memenangkan persaingan di pasar yang berubah dengan cepat.

Menarik kesimpulan dari pwc.com, bisnis tahun ini menghadapi tekanan yang signifikan dari internal dan eksternal. Inflasi dan memburuknya kondisi ekonomi secara keseluruhan menjadi alasan utama menurunnya daya beli dan perubahan perilaku masyarakat dalam menghabiskan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan akan berbagai produk. Hal ini menuntut para pemimpin bisnis untuk mengadopsi strategi yang cerdas dan berani dalam menghadapi tantangan ini.

Setidaknya, 50% masyarakat di seluruh dunia merasakan kekhawatiran terhadap situasi ini, sedangkan di Indonesia, angka tersebut mencapai 74%, menunjukkan bahwa tekanan yang dirasakan cukup tinggi.

Tentunya, perilaku ini akan membuat masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam berbelanja. Mereka akan lebih fokus pada kebutuhan pokok dan mengurangi pembelian produk-produk non-esensial seperti fesyen, elektronik, dan barang mewah. Laporan PwC’s February 2023 Global Consumer Insights Pulse Survey menegaskan bahwa perilaku ini akan berlangsung setidaknya selama enam bulan ke depan. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung dalam hal pengeluaran yang lebih efisien.

Banyak kabar sepanjang tahun 2022-2023 dalam berita nasional yang mencatat bahwa pabrik, startup, dan UMKM perlu melakukan efisiensi secara drastis untuk tetap bertahan, bahkan dalam beberapa kasus terburuk harus menutup usaha. Pengunjung mal juga menurun drastis, menyebabkan ruang usaha di dalam mal hanya terisi separuh.

Tentu saja, ini mendorong pengusaha untuk merenung dengan lebih tekun agar dapat bertahan, dengan melakukan rebranding dan inovasi produk atau jasa yang lebih menarik perhatian konsumen. Meskipun beberapa di antaranya gagal, banyak yang berhasil bahkan menjadi lebih baik.

Tidak semua brand fesyen lokal mengalami penurunan omzet pasca pandemi. Dalam obrolan sesama pengusaha, brand-brand tersebut berhasil tetap mendapatkan keuntungan dan mengalami kemajuan baik secara online maupun offline. Seperti halnya mal di Bandung, beberapa diantaranya tetap memperoleh kunjungan yang ramai, bahkan mungkin semakin ramai karena perubahan perilaku konsumen.


3 Pola Perubahan Perilaku Belanja Konsumen Pasca Pandemi

Pada saat ini, kita mungkin penasaran tentang perilaku konsumen dan bagaimana mereka bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Referensi yang menarik dari PwC’s February 2023 Global Consumer Insights Pulse Survey telah mengungkapkan tiga pola utama yang dapat diamati. Mari kita bahas lebih lanjut!

  1. Sebagian konsumen memilih untuk tetap berbelanja pada produk yang bukan esensial.
  2. Sebagian konsumen mengurangi dan menahan belanja barang-barang yang tidak penting alias bukan esensial.
  3. Selain mempertahankan belanja online seperti saat pandemi, banyak diantaranya mulai kembali memilih belanja secara offline di toko terdekat.

Sebagian konsumen memilih untuk tetap berbelanja pada produk yang bukan esensial. Meskipun saat ini kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat pandemi COVID-19, terdapat sebagian konsumen yang masih memilih untuk melanjutkan kegiatan berbelanja mereka, meskipun tidak pada produk-produk yang esensial atau kebutuhan harian.

Pilihan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, beberapa konsumen mungkin ingin membeli barang-barang yang dapat memberikan mereka hiburan atau peningkatan kenyamanan di rumah, seperti peralatan elektronik, alat musik, atau permainan. Di tengah-tengah situasi yang menegangkan, adakalanya merasa perlu untuk mengalihkan perhatian sejenak dan menikmati kegiatan yang menyenangkan.

Selain itu, ada juga konsumen yang mungkin ingin memanfaatkan diskon atau penawaran khusus yang ditawarkan oleh pengecer atau toko online. Dalam situasi ekonomi yang sulit, penawaran diskon tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian konsumen untuk tetap berbelanja. Mereka melihat kesempatan ini sebagai cara untuk menghemat uang atau mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

Sebagian konsumen mengurangi dan menahan belanja barang-barang yang tidak penting alias bukan esensial. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, penting bagi konsumen untuk mengutamakan pengeluaran yang esensial dan menghindari belanja impulsif. Meskipun barang-barang non-esensial dapat memberikan kesenangan sesaat, mengurangi atau menahan belanja barang-barang tersebut dapat membantu menghemat uang dan mempertahankan stabilitas keuangan.

Selain itu, dengan membatasi pembelian barang non-esensial, konsumen juga dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi limbah dan menekan dampak negatif terhadap lingkungan. Pembelian yang lebih berkepala dingin dan berdasarkan kebutuhan nyata juga dapat menciptakan kesadaran akan konsumsi berkelanjutan serta meningkatkan keberlanjutan ekonomi.

Bagi mereka yang memilih untuk kembali berbelanja secara offline di toko terdekat daripada secara online, mereka memiliki alasan yang kuat:

  1. Tingginya biaya admin dan pengiriman dibandingkan saat pandemi.
  2. Waktu pengiriman menjadi lebih lama dari sebelumnya, dan kadang barang datang dalam kondisi rusak.
  3. Konsumen ingin menyentuh dan merasakan produk secara langsung.
  4. Konsumen khawatir terhadap privasi data saat berbelanja online (43% menolak memberikan data, 67% mengurangi banyaknya data yang diberikan).

Ketika Anda berbelanja secara offline, Anda dapat melihat, merasakan, dan mencoba langsung produk yang akan Anda beli. Anda dapat memeriksa kualitasnya, membandingkan dengan produk sejenis, dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan pengalaman langsung.

Selain itu, berbelanja di toko fokus pada interaksi sosial. Anda dapat berbicara langsung dengan penjual, bertanya-tanya tentang produk, mendapatkan saran, dan merasa lebih terhubung dengan komunitas lokal Anda. Ini dapat meningkatkan kepuasan belanja dan menciptakan pengalaman yang lebih personal.

Tak hanya itu, beberapa orang merasa bahwa berbelanja offline memberikan keamanan tambahan. Mereka merasa lebih nyaman dalam menangani uang tunai atau menggunakan kartu kredit secara langsung, daripada memberikan informasi pribadi mereka secara online.

Meski ada banyak keuntungan berbelanja secara online, tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman berbelanja secara offline. Kembali ke toko terdekat dapat memberikan kepuasan yang berbeda dan memberi Anda kontrol lebih besar atas pembelian anda.

Berbelanja secara offline pada akhirnya adalah pilihan pribadi, yang harus disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan individu. Keputusan untuk berbelanja offline atau online tidak ada salah atau benar, dan yang terpenting adalah memilih apa yang terbaik bagi Anda.

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

Uniknya, ketika berbelanja langsung ke toko fisik, konsumen memiliki tiga hal yang sangat diinginkan:

  1. Penjual yang dapat membantu memilih kebutuhannya.
  2. Penjual yang memiliki pengetahuan tentang produknya.
  3. Integrasi teknologi dalam berbelanja di toko yang disebut “phygital” merupakan inovasi terbaru yang memungkinkan pengalaman belanja menjadi lebih terintegrasi antara toko fisik dan digital. Dengan adanya integrasi ini, konsumen bisa melakukan pemesanan online melalui website dan mengambil barang yang dibeli langsung di toko. Pembayaran pun dapat dilakukan dengan mudah, memberikan kenyamanan dan kepraktisan bagi para pelanggan. Dengan demikian, konsep phygital ini membawa manfaat besar dalam memadukan kemudahan berbelanja online dengan pengalaman langsung di toko fisik.

Bagaimana dengan konsumen yang tetap berbelanja online?

Bagi konsumen yang tetap bertahan belanja online, mereka menjadi jauh lebih terampil dalam memilih produk. Mereka melakukan perbandingan yang cermat, baik dari segi harga maupun kualitas. Selain itu, mereka juga melihat dengan seksama ulasan dari konsumen lain sebagai panduan. Keputusan pembelian yang diambil juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok produk yang ditawarkan oleh penjual. Dengan keahlian mereka yang semakin meningkat, konsumen online sekarang dapat berbelanja dengan keyakinan yang tinggi.


Bagaimana pola belanja pasca pandemi bagi konsumen menengah ke atas?

Pandemi COVID-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan kita, termasuk juga kebiasaan berbelanja. Bagi konsumen menengah ke atas, pandemi ini telah mempengaruhi pola belanja mereka secara signifikan.

Pertama-tama, pola belanja konsumen menengah ke atas telah beralih ke arah yang lebih online. Pembatasan pergerakan dan kekhawatiran akan penyebaran virus telah mendorong banyak orang untuk berbelanja secara daring melalui platform e-commerce atau melalui aplikasi ponsel. Dengan dukungan teknologi yang semakin baik, konsumen dapat dengan mudah memilih dan membeli produk yang mereka inginkan tanpa harus meninggalkan rumah.

Selain itu, pola belanja konsumen menengah ke atas pasca pandemi juga telah berubah menjadi lebih selektif. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang terjadi akibat pandemi, banyak konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka. Mereka lebih memilih untuk membeli barang-barang yang penting dan berkualitas daripada berbelanja secara impulsif. Selain itu, mereka juga cenderung melakukan riset dan membandingkan harga sebelum melakukan pembelian.

Penyesuaian keuangan juga menjadi aspek penting dalam pola belanja pasca pandemi bagi konsumen menengah ke atas. Banyak orang telah mengalami penurunan pendapatan atau bahkan kehilangan pekerjaan akibat pandemi, sehingga mereka perlu mengatur ulang anggaran dan memprioritaskan pengeluaran mereka. Hal ini dapat menyebabkan konsumen menengah ke atas menjadi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, melakukan pemotongan pengeluaran yang tidak diperlukan, dan lebih fokus pada kebutuhan pokok.

Namun demikian, meskipun ada perubahan dalam pola belanja, konsumen menengah ke atas tetap memiliki preferensi untuk pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan berkualitas. Mereka masih cenderung mencari produk-produk yang eksklusif, berkualitas tinggi, dan mewah. Dalam hal ini, mereka mungkin akan mengalihkan perhatian mereka ke merek atau toko yang memiliki reputasi yang baik dan menawarkan pengalaman belanja yang istimewa.

Secara keseluruhan, pola belanja pasca pandemi bagi konsumen menengah ke atas telah berubah menjadi lebih online, selektif, dan berfokus pada pengaturan keuangan yang bijaksana. Meskipun belanja daring menjadi tren utama, pengalaman berbelanja yang berkualitas tetap menjadi faktor penting. Konsumen menengah ke atas tetap mencari produk-produk berkualitas tinggi dan eksklusif meskipun dengan mempertimbangkan aspek keuangan dengan lebih hati-hati.


Kemudian apa yang harus dilakukan pengusaha saat ini dalam merespon perubahan pola belanja masyarakat?

Dalam menghadapi perubahan pola belanja masyarakat, pengusaha harus memiliki strategi yang adaptif dan responsif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk merespon perubahan tersebut:

  1. Memahami kebutuhan dan preferensi konsumen: Mengamati dengan cermat tren konsumsi dan mengidentifikasi pola baru adalah langkah penting. Menggunakan data pasar dan melakukan riset konsumen dapat membantu pengusaha memahami perubahan yang terjadi dan mengikuti keinginan pelanggan.
  2. Berinovasi dalam produk dan layanan: Inovasi menjadi kunci untuk tetap relevan di pasar yang berubah-ubah. Pengusaha harus secara terus-menerus mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan mengembangkan produk atau layanan yang menarik, berkualitas, dan dapat membedakan diri dari pesaing.
  3. Perluas kehadiran online: Dalam era digital, memiliki kehadiran online yang kuat sangat penting. Pengusaha harus memperluas kehadiran mereka di platform online dengan memiliki situs web yang menarik, berpartisipasi dalam media sosial, atau bahkan menjalankan kampanye pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
  4. Fokus pada pengalaman pelanggan: Memastikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan bagi pelanggan adalah kunci dalam membuat mereka tetap loyal. Pengusaha harus memperhatikan aspek seperti kualitas layanan, kemudahan penggunaan, dan kecepatan tanggapan dalam merespon klien.
  5. Terlibat dalam komunitas: Mengambil peran aktif dalam komunitas dapat memperkuat citra merek dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Bekerjasama dengan mitra lokal, mendukung acara atau kegiatan sosial, serta berpartisipasi dalam program berkelanjutan dapat membantu pengusaha menjadi bagian dari komunitas dan memperoleh kepercayaan pelanggan.

Dalam menghadapi perubahan pola belanja masyarakat, responsibilitas dan adaptabilitas adalah kunci kesuksesan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, pengusaha dapat merespon perubahan dengan strategi yang efektif dan memperoleh keberhasilan di pasar yang selalu berubah.

Senada dengan jawaban dari pwc, dalam artikel terbarunya June 2023 Global Consumer Insights Pulse Survey: Decision points: Sharpening the pre-purchase consumer experience, pengusaha harus terus memenuhi ekspektasi konsumen secara online maupun offline. Meskipun terlihat ambigu, hal ini dapat dikembangkan sesuai dengan strategi dari masing-masing jenis bisnis yang dilakoni. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Memperhatikan pra-pembelian dengan SEO
  2. Mengembangkan media sosial dan pemasarannya
  3. Memanfaatkan tren Direct to Consumer (DTC)
  4. Menawarkan subscription
  5. Mengadopsi AI
  6. Mengurangi retur
  7. Membuat produk ramah lingkungan
  8. Tingkatkan penyediaan informasi produk yang komprehensif dan akurat untuk membantu konsumen membuat keputusan yang tepat.

Memperhatikan pra-pembelian

Memperhatikan pra-pembelian yang sangat penting adalah Search Engine Optimization (SEO). Dengan SEO, Anda dapat meningkatkan visibilitas dan peringkat situs web Anda di mesin telusur.


Mengembangkan Media sosial dan pemasaran

Mengembangkan media sosial dan pemasaran adalah langkah penting dalam strategi bisnis modern. Dalam era digital ini, media sosial telah menjadi platform yang kuat untuk terhubung dengan audiens yang lebih luas, membangun merek, dan mempromosikan produk atau layanan.

Pertama, mari kita bahas mengenai pengembangan media sosial. Untuk mengembangkan media sosial yang efektif, perlu dilakukan beberapa hal:

  • Pilih platform yang tepat: Setiap platform media sosial memiliki karakteristik dan audiens yang berbeda. Misalnya, Facebook cocok untuk target audiens yang lebih umum, sedangkan Instagram lebih berfokus pada gambar dan video. By understanding the demographics and preferences of your target audience, you can choose the right platforms to maximize your reach and engagement.
  • Buat konten yang menarik: Konten yang menarik dan relevan adalah kunci dalam membangun kehadiran online yang kuat. Anda dapat membagikan informasi yang bermanfaat, menyajikan cerita yang menarik, atau menggabungkan elemen visual yang menarik. Pastikan konten Anda mencerminkan nilai atau pesan merek Anda.
  • Interaksi dengan audiens: Media sosial adalah alat komunikasi dua arah. Respond to comments, messages, and mentions from your audience. Artinya, berinteraksi dengan audiens Anda dengan menjawab komentar, pesan, dan mention dari mereka. Ini akan membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan pengikut Anda dan meningkatkan keterlibatan mereka.
  • Analisis dan optimize: Lakukan analisis reguler terhadap performa postingan Anda. Track metrics seperti jumlah pengikut, jangkauan postingan, dan tingkat keterlibatan. Dengan melacak dan menganalisis data ini, Anda dapat melihat apa yang berhasil dan mengoptimalkan strategi media sosial Anda.

Selain pengembangan media sosial, pemasaran juga merupakan komponen penting dalam strategi bisnis. Iklan dapat membantu meningkatkan kesadaran merek, mencapai audiens yang lebih luas, dan meningkatkan penjualan. Berikut adalah beberapa metode pemasaran yang efektif:

  • Pemasaran melalui mesin pencari (SEM): SEM melibatkan iklan berbayar agar website Anda muncul di hasil pencarian di mesin pencari seperti Google. Ini memungkinkan Anda untuk menargetkan kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda sehingga muncul di depan audiens yang mencari produk atau layanan yang Anda tawarkan.
  • Pemasaran melalui media sosial: Seperti yang telah dibahas sebelumnya, media sosial adalah platform yang kuat untuk pemasaran. Anda dapat menggunakan iklan berbayar atau mencoba teknik pemasaran organik, seperti konten yang relevan dan menarik.
  • Email marketing: Email masih menjadi salah satu bentuk pemasaran yang efektif. Dengan membangun daftar email dari pelanggan atau prospek potensial, Anda dapat mengirimkan konten yang terpersonalisasi dan mempromosikan produk atau layanan Anda.
  • Influencer marketing: Menggandeng influencer dapat membantu Anda memperluas jangkauan merek Anda dan membangun kepercayaan dengan audiens mereka. Pastikan Anda memilih influencer yang sesuai dengan nilai merek Anda dan memiliki audiens yang relevan dengan target pasar Anda.

Dalam mengembangkan media sosial dan pemasaran, penting untuk mengikuti tren terkini dan terus mengadaptasi strategi Anda. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan mengukur hasilnya. Dengan komitmen dan kreativitas, Anda dapat mencapai kesuksesan dalam mengembangkan media sosial dan pemasaran untuk bisnis Anda.


Memanfaatkan tren DTC

Memanfaatkan tren Direct to Consumer (D2C) adalah langkah yang sangat strategis. Dengan tanpa perantara dan langsung terhubung dengan konsumen, Anda bisa memiliki kendali penuh atas pengalaman pelanggan. Melalui teknologi pemasaran yang tepat, Anda bisa mempertahankan saluran e-commerce yang canggih dan mengoptimalkan teknologi pemasaran digital untuk meningkatkan margin keuntungan dan peluang pendapatan. Selain itu, melalui akses ke data dan wawasan pelanggan yang berharga, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan tepat sasaran.


Menawarkan kembali subscription

Menawarkan kembali fitur langganan adalah langkah yang dapat memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda. Dalam dunia yang terus berkembang ini, memiliki fitur langganan bisa membantu Anda membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan Anda. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menawarkan konten eksklusif, diskon khusus, akses awal ke produk baru, dan banyak manfaat lainnya kepada pelanggan yang berlangganan.

Dalam menghadirkan fitur langganan, penting untuk mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, tentukan nilai tambahan yang ingin Anda berikan kepada pelanggan Anda. Mungkin Anda bisa menyediakan materi eksklusif seperti panduan, tutorial, atau konten premium lainnya. Selain itu, Anda juga dapat menghadirkan komunitas eksklusif bagi pelanggan yang berlangganan, seperti forum online atau grup diskusi yang hanya dapat diakses oleh pelanggan tersebut.

Kedua, pastikan untuk menjaga kualitas konten yang Anda sediakan. Pelanggan yang berlangganan mengharapkan konten yang bermutu dan relevan dengan minat mereka. Selalu perbarui dan perbaiki konten secara berkala untuk menjaga kepuasan pelanggan.

Terakhir, promosikan fitur langganan secara efektif. Gunakan saluran pemasaran yang tepat, seperti email, media sosial, atau iklan online, untuk melakukan promosi kepada target audiens Anda. Jelaskan dengan jelas manfaat dan nilai tambahan yang akan diperoleh pelanggan jika mereka berlangganan.

Dengan menawarkan kembali fitur langganan, Anda dapat menjaga serta meningkatkan pendapatan bisnis Anda. Dapatkan wawasan lebih dalam mengenai kebutuhan pelanggan Anda, berikan konten berkualitas, dan lakukan promosi yang efektif. Hal-hal ini akan membantu Anda untuk sukses dalam menghadirkan kembali fitur langganan.


Mengadopsi AI

Adopsi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi tren yang semakin populer dan relevan di berbagai bidang kehidupan. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, AI telah menemukan tempatnya di bidang-bidang seperti bisnis, kesehatan, pendidikan, dan hiburan.

Dalam bisnis, AI dapat digunakan untuk menganalisis data bisnis, memprediksi tren pasar, mengoptimalkan rantai pasok, dan meningkatkan efisiensi operasional. Contohnya adalah penggunaan chatbot pada situs web dan platform e-commerce untuk memberikan layanan pelanggan yang cepat dan efektif. AI juga dapat membantu dalam pengembangan strategi pemasaran dengan menganalisis data konsumen dan mempersonalisasikan kampanye pemasaran.

Di bidang kesehatan, AI dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit secara dini, mengidentifikasi pola dalam data genetik, dan membantu dalam penelitian obat baru. Dengan adopsi AI, proses perawatan kesehatan dapat menjadi lebih efisien dan akurat. AI juga dapat membantu dalam perencanaan perawatan pasien, dengan memprediksi hasil terapi dan memberikan saran yang sesuai.

Dalam pendidikan, AI dapat digunakan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang personal dan adaptif. Sistem pembelajaran AI dapat menganalisis kebutuhan dan gaya belajar setiap siswa secara individual, dan menghadirkan materi pembelajaran yang paling sesuai. AI juga dapat membantu dalam penilaian dan pengukuran kemajuan siswa, dengan memberikan umpan balik yang mendalam dan objektif.

Di dunia hiburan, AI dapat digunakan untuk menciptakan karya seni yang unik dan inovatif. Contohnya adalah algoritma AI yang dapat menghasilkan musik baru berdasarkan pola musik yang sudah ada. AI juga dapat digunakan dalam pengembangan game yang cerdas, dengan merespons aksi pemain dan menciptakan pengalaman bermain yang unik setiap kali.

Dengan adopsi AI, kita dapat mengoptimalkan cara kerja kita, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan solusi baru untuk tantangan yang ada. Penting untuk menyadari bahwa sementara AI dapat membantu kita, kebijakan yang bijaksana dan etika dalam penggunaannya juga sangat penting. Kesadaran akan potensi AI dan penggunaannya yang bertanggung jawab adalah kunci untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dengan sebaik-baiknya.


Mengurangi retur

Mengurangi retur adalah tujuan yang penting bagi banyak bisnis. Retur yang tinggi dapat mengakibatkan kerugian finansial dan juga merusak reputasi perusahaan. Berikut beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi tingkat retur:

  1. Meningkatkan kualitas produk: Pastikan produk yang dijual memiliki kualitas yang baik. Lakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas sebelum produk dikirim kepada pelanggan.
  2. Menyediakan deskripsi produk yang jelas dan akurat: Informasikan secara jelas kepada pelanggan mengenai spesifikasi dan fitur produk, serta sertakan gambar yang memperlihatkan produk dengan baik. Hal ini membantu menghindari kekecewaan pelanggan yang mungkin terjadi saat menerima produk yang tidak sesuai dengan harapan.
  3. Menyediakan informasi ukuran yang lengkap: Untuk produk seperti pakaian atau sepatu, pastikan menyediakan informasi ukuran yang lengkap dan akurat. Hal ini membantu mengurangi peluang pelanggan melakukan retur akibat ukuran yang tidak sesuai.
  4. Memberikan pilihan pengiriman yang terpercaya: Kerjasama dengan jasa pengiriman yang handal dan mempunyai reputasi baik dapat membantu menjamin produk sampai dengan selamat ke tangan pelanggan. Hindari pengiriman dengan estimasi waktu yang lama atau kerap terjadi masalah.
  5. Menyediakan layanan pelanggan yang responsif: Dengan memberikan layanan pelanggan yang responsif, Anda dapat membantu pelanggan dalam menyelesaikan masalah segera tanpa harus melakukan retur. Jika pelanggan mengalami masalah dengan produk, tanggapi dengan cepat dan tawarkan solusi yang memuaskan.
  6. Memperhatikan umpan balik pelanggan: Pelanggan adalah sumber informasi berharga untuk memperbaiki produk dan proses bisnis. Dengarkan umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan gunakan informasi tersebut untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat retur dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Remember, consistency and continuous improvement are key to reducing returns and growing a successful business.


Membuat produk ramah lingkungan

Sejak beberapa tahun terakhir, muncul kebutuhan yang semakin mendesak untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dalam menghadapi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, penting bagi kita untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dalam memproduksi barang dan jasa kita.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membuat produk yang ramah lingkungan. Pertama, kita perlu memperhatikan siklus hidup produk dari awal hingga akhir. Kita harus mempertimbangkan bagaimana bahan-bahan yang digunakan diproduksi, bagaimana produk tersebut digunakan, dan apa yang terjadi setelah produk tersebut tidak terpakai lagi. Dengan memperhitungkan semua ini, kita dapat mengidentifikasi peluang untuk mengurangi dampak lingkungan produk.

Selain itu, dalam proses produksi, kita dapat menggunakan teknologi dan metode yang lebih efisien untuk mengurangi pemakaian energi dan bahan baku. Penggunaan energi terbarukan dan bahan-bahan daur ulang juga dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, tidak hanya dalam proses produksi tepatnya, kita juga dapat memperhatikan aspek lain seperti kemasan dan pengiriman produk. Mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan memilih metode pengiriman yang lebih efisien dapat membantu mengurangi jejak karbon kita.

Selain dari aspek produksi, kita juga dapat mempertimbangkan cara penggunaan produk yang lebih berkelanjutan. Misalnya, penggunaan produk dengan masa pakai yang lebih lama atau memperbaiki produk yang rusak daripada membuangnya dapat membantu mengurangi limbah.

Dalam upaya membuat produk yang ramah lingkungan, penting juga untuk melibatkan konsumen dalam pengambilan keputusan yang berkelanjutan. Mengedukasi mereka tentang pentingnya memilih produk yang bertanggung jawab dan memberikan informasi terperinci tentang produk dapat membantu mereka untuk membuat pilihan yang lebih bijaksana.

Dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini, perusahaan dan produsen memiliki peran penting dalam menciptakan produk yang lebih berkelanjutan. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang.


Tingkatkan penyediaan informasi produk yang komprehensif dan akurat untuk membantu konsumen membuat keputusan yang tepat.

Dalam pengembangan strategi pemasaran, penting bagi perusahaan untuk meningkatkan penyediaan informasi produk yang komprehensif dan akurat. Dengan menyediakan informasi yang tepat dan lengkap kepada konsumen, perusahaan dapat membantu konsumen dalam membuat keputusan yang tepat saat membeli produk.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyediaan informasi produk yang lebih komprehensif dan akurat. Pertama, perusahaan dapat memperluas jumlah dan jenis informasi yang diberikan kepada konsumen. Misalnya, perusahaan dapat menyediakan deskripsi produk yang lebih rinci, termasuk spesifikasi teknis, fitur utama, manfaat produk, dan ulasan pelanggan. Hal ini dapat membantu konsumen dalam memahami karakteristik dan keunggulan produk yang ditawarkan.

Selain itu, dengan memastikan informasi produk yang disampaikan akurat, perusahaan dapat membangun kepercayaan konsumen. Informasi yang akurat meliputi informasi tentang harga, ketersediaan, dan kebijakan pengembalian produk. Perusahaan juga dapat menyediakan gambar produk yang jelas dan berkualitas tinggi agar konsumen dapat melihat secara visual bagaimana produk tersebut.

Dalam era digital saat ini, perusahaan juga dapat memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan penyediaan informasi produk. Misalnya, perusahaan dapat memanfaatkan situs web perusahaan, media sosial, dan aplikasi mobile untuk menyampaikan informasi produk secara lebih luas dan interaktif. Dengan memberikan akses yang mudah dan cepat kepada konsumen untuk mendapatkan informasi produk yang mereka butuhkan, perusahaan dapat membantu konsumen dalam membuat keputusan yang tepat.

Dalam kesimpulan, meningkatkan penyediaan informasi produk yang komprehensif dan akurat merupakan langkah yang penting bagi perusahaan untuk membantu konsumen membuat keputusan yang tepat. Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, perusahaan dapat memperbaiki strategi pemasaran mereka dan memenuhi kebutuhan informasi konsumen dengan lebih baik.

Delapan strategi di atas pasti dapat diterapkan, baik semua atau sebagiannya. Saat kita tidak melakukan perubahan, kemungkinan tertinggal semakin jauh, mengingat pola belanja konsumen terus berubah. Seperti yang diungkapkan oleh Heraclitus, “Perubahan adalah satu-satunya yang konstan dalam hidup,” yang berarti tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.

Referensi:

PwC’s February 2023 Global Consumer Insights Pulse Survey

June 2023 Global Consumer Insights Pulse Survey: Decision points: Sharpening the pre-purchase consumer experience

Tinggalkan komentar