Adalah fakta yang pasti bahwa air merupakan sumber utama kehidupan dan vital bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Bahkan bagi pohon kaktus yang tumbuh di padang pasir sekalipun.

Air merupakan senyawa yang sangat penting dalam segala aktivitas manusia. Mengapa demikian? Karena air, yang terdiri dari unsur hidrogen dan oksigen (H2O), memiliki peran yang tak tergantikan dalam keberlangsungan hidup kita di bumi ini. Keberadaannya sungguh tak bisa dianggap remeh.

Coba kita renungkan satu persatu: tanpa air, kita tidak bisa melakukan MCK (mandi, cuci, kakus). Bahkan tanpa air, dunia akan menjadi kering kerontang dan tak berdaya. Air memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Video ini mengingatkan kita tentang air.

Saking pentingnya air bagi kehidupan, terdapat bukti yang sangat jelas dan tidak dapat disangkal di Afrika, adalah betapa banyaknya penduduk yang menderita kehausan akibat kekeringan, yang dalam banyak kasus mengakibatkan kematian. Menurut artikel yang diterbitkan oleh UNICEF, Kenya, Somalia, dan Ethiopia adalah negara-negara yang paling terdampak oleh kekurangan pasokan air bersih jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Afrika. Jumlah individu yang terkena dampak kekeringan di Ethiopia, Kenya, dan Somalia yang tidak memiliki akses terhadap air bersih meningkat secara signifikan, dari 9,5 juta pada bulan Februari menjadi 16,2 juta pada bulan Juli. Akibatnya, risiko penularan penyakit mematikan seperti kolera dan diare semakin meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga mereka.

The United Nations has been by United Nations Assistance Mission in Somalia is licensed under CC-CC0 1.0

Di Burkina Faso, Chad, Mali, Niger, dan Nigeria, masalah klasik kekeringan, konflik, dan ketidakamanan telah menyebabkan sulitnya akan akses air bersih. Saat ini, sekitar 40 juta anak menghadapi tingkat kerentanan air yang tinggi hingga sangat tinggi. Data terbaru dari WHO menunjukkan bahwa jumlah anak yang meninggal akibat air dan sanitasi yang tidak aman di Sahel (Sahelian acacia savanna) telah melampaui jumlah di wilayah lain di dunia. Ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya mengatasi masalah ini dengan tegas.

Jangankan di Afrika, dari artikel indonesiabaik.id menyatakan bahwa di Indonesia pun terdapat fakta mengejutkan, hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menyatakan, bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E-coli). Studi itu juga memperlihatkan bahwa 31 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air isi ulang, 15,9% dari sumur gali terlindungi, dan 14,1% dari sumur bor/pompa. Akses air minum layak di Indonesia mencapai 93 persen. Sedangkan akses air minum aman hanya 11,9 persen.

Ironisnya, hampir setengah dari penduduk Indonesia juga menghadapi masalah serupa, bahkan ada yang tidak memiliki akses sama sekali kepada sumber air bersih. Lihatlah lagi, 20% dari jumlah penduduk Indonesia yang meninggal disebabkan oleh kekurangan air bersih. Mau bilang apa lagi? Kekurangan air bersih adalah masalah serius yang harus segera kita atasi. Sejenak kita perhatikan video di bawah ini.

Dalam video ini dijelaskan bahwa dalam memproduksi sekerat roti membutuhkan 10 galon air, sedangkan untuk memproduksi 1 burger, diperlukan 635 galon air. Jika Anda suka ngopi, maka perlu diketahui bahwa untuk membuat satu gelas kopi, dibutuhkan air sebanyak 35 galon. Wow, fenomenal, bukan? Belum lagi kebutuhan air untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, dan banyak lainnya. Mungkin ini bisa menjadi pemikiran yang menarik.

Faktanya, tanpa adanya akses yang memadai terhadap air bersih, banyak kegiatan sehari-hari yang akan terkena dampak serius. Hal ini berpengaruh signifikan terhadap aspek kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.


Berapa banyak jumlah air bersih yang bisa diakses di bumi saat ini?

infografik suplai air bersih, gambar: thesocietypages.org

Jumlah air bersih yang dapat diakses di bumi saat ini sangatlah penting untuk dipertimbangkan dalam konteks masa depan. Meskipun sekitar 71 persen permukaan bumi terdiri dari air, hanya sekitar 2,5 persen air tersebut yang bersifat air tawar. Sebagian besar air berada dalam bentuk es di kutub dan gunung es. Sisa persentase kecilnya terdiri dari air tanah, air permukaan, dan uap air di atmosfer.

Yang menjadi masalah adalah sebagian besar air tawar tersebut tidak dapat langsung diakses oleh manusia. Beberapa faktor yang mempengaruhi aksesibilitas air bersih meliputi polusi, degradasi kualitas air, serta ketidakseimbangan geografis distribusi air di seluruh dunia.

Menurut para Analis dari Fidelity Investments, LLC, tinggal 1% saja yang tersisa dari jumlah air bersih yang dapat diakses dan digunakan dari total 2,5% air bersih yang masih tersedia. Ini menunjukkan bahwa pasokan air terus berkurang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia masih tidak memiliki akses ke fasilitas air bersih yang aman. Kurangnya akses terhadap air bersih berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air yang tercemar.

Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi peningkatan kesadaran akan kebutuhan akan air bersih. Banyak inisiatif dan proyek telah diluncurkan untuk meningkatkan akses terhadap air bersih di berbagai wilayah. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama di negara-negara yang menghadapi krisis air.

Berdasarkan data terkini yang terdapat pada beberapa sumber, terdapat sekitar 22.000 kilometer kubik (km3) air tawar yang dapat diakses di permukaan bumi saat ini. Meskipun ini merupakan jumlah yang signifikan, perlu diingat bahwa akses dan distribusi air bersih tidak merata di seluruh dunia.

Kesimpulannya, meskipun permukaan bumi dihampiri oleh air, akses terhadap air bersih masih menjadi permasalahan yang penting. Upaya terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air, meningkatkan akses, dan mengurangi polusi air. Keberlanjutan air bersih adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kolaborasi global dalam upaya menjaga ketersediaan air bersih bagi generasi masa depan.


Mengapa Krisis Air Bersih Bisa Terjadi?

Krisis air bersih dapat terjadi karena sejumlah faktor yang berkontribusi pada kelangkaan pasokan air bersih yang memadai. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan krisis air bersih antara lain:

  1. Peningkatan populasi: Pertumbuhan populasi manusia yang pesat mengakibatkan peningkatan permintaan akan air bersih. Semakin banyak orang yang membutuhkan pasokan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan kegiatan sanitasi.
  2. Perubahan iklim: Perubahan iklim yang terjadi akibat pemanasan global menyebabkan perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih.
  3. Pencemaran lingkungan: Pencemaran lingkungan, seperti polusi air oleh limbah industri dan pertanian, dapat mengurangi kualitas air bersih yang tersedia. Air yang tercemar dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan dan membuat air tidak layak dikonsumsi.
  4. Pembangunan yang tidak terkendali: Pembangunan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem alami. Penggundulan hutan, pencetakan air tanah, dan perubahan tata guna lahan dapat mempengaruhi siklus air dan mengurangi ketersediaan air bersih.
  5. Pengelolaan sumber daya air yang buruk: Penyediaan air bersih yang efisien memerlukan pengelolaan sumber daya air yang baik. Kurangnya kebijakan yang memadai, infrastruktur air yang belum memadai, dan kurangnya investasi dalam infrastruktur air dapat menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Untuk mengatasi krisis air bersih, diperlukan tindakan yang terkoordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Hal ini meliputi pengelolaan air yang efisien, pengembangan sumber air alternatif, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas air.


Seberapa penting air bagi manusia? Luangkan waktu beberapa menit melihat video ini.

Video ini menjelaskan betapa krusialnya mengonsumsi air bersih setiap hari untuk menjaga kesehatan kita secara optimal. Senyawa air H2O dalam tubuh berperan penting sebagai penyangga dan pelumas sendi, pengatur suhu tubuh, serta penyuplai nutrisi bagi otak dan sumsum tulang belakang. Air tidak hanya ditemukan dalam darah, tetapi juga sekitar tiga perempat bagian otak dan jantung terdiri dari air. Paru-paru pun memiliki kandungan air mencapai 83%. Bahkan tulang-tulang kita yang tampak kering juga mengandung kadar air sekitar 31%. Jadi, pada dasarnya, tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.

Setiap hari, kita kehilangan sekitar 2-3 liter air melalui keringat, buang air kecil, dan buang air besar, bahkan saat kita bernapas. Tidak mengherankan bahwa kita membutuhkan konsumsi air setiap hari untuk menggantikan kehilangan air tersebut dan menjaga kesehatan tubuh kita.

Sesuai dengan yang dijelaskan pada video di atas, artikel menarik dari greatist.com menguraikan 11 manfaat mendalam air bagi tubuh manusia. Berikut adalah beberapa manfaat terpenting yang perlu diperhatikan:

  1. Membantu menjaga keseimbangan cairan – Air membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan memastikan organ-organ berfungsi dengan baik.
  2. Meningkatkan fungsi otak – Minum air yang cukup dapat meningkatkan konsentrasi, kejelasan pikiran, dan kinerja otak secara keseluruhan.
  3. Melindungi dan melumasi sendi – Air memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan sendi, melindungi mereka dari kerusakan dan melumasi gerakan yang lancar.
  4. Mendukung pencernaan yang sehat – Air membantu proses pencernaan dan mencegah masalah umum seperti sembelit.
  5. Memperbaiki elastisitas kulit – Kehidupan yang terhidrasi dengan baik dapat meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan.
  6. Mendukung fungsi jantung yang optimal – Air membantu menyediakan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh, termasuk jantung.
  7. Mengontrol berat badan – Air dapat membantu dalam manajemen berat badan dengan menjaga perasaan kenyang dan meningkatkan metabolisme.
  8. Meningkatkan energi – Kurangnya hidrasi dapat menyebabkan kelelahan, sementara minum air yang cukup dapat memberikan energi yang dibutuhkan.
  9. Menjaga kesehatan ginjal – Air membantu membersihkan racun dari tubuh, menjaga fungsi ginjal yang optimal.
  10. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih – Mengonsumsi air yang cukup dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih yang umum.
  11. Meningkatkan kemampuan olahraga – Hidrasi yang tepat memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja olahraga dengan mempertahankan suhu tubuh yang optimal dan meningkatkan kekuatan.

Penting untuk memastikan kita minum air yang cukup setiap hari agar tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal.


Apakah Air Bersih Dapat Habis? Apa Akibatnya Bagi Kehidupan di Bumi?

Air bersih adalah sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Pada dasarnya air bersih tidak dapat habis, meskipun terjadi perubahan dalam kualitas dan ketersediaannya, siklus air alamiah akan selalu memastikan ada pasokan air baru. Namun, jika terus dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, bisa menyebabkan penyediaan air bersih menjadi terbatas. Konsekuensinya, kehidupan di Bumi akan terancam.

Penyebab utama penipisan sumber daya air bersih adalah polusi dan pemanasan global. Polusi air menghasilkan air yang tidak aman untuk dikonsumsi dan sulit untuk dipulihkan. Selain itu, pemanasan global menyebabkan efek perubahan iklim yang mengarah pada perubahan pola curah hujan dan mengeringnya sumber air.

Jika air bersih benar-benar habis, dampaknya akan sangat serius. Manusia akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, memasak, dan mandi. Dalam jangka pendek, kurangnya air bersih akan menyebabkan kekeringan, mengganggu pertanian, menyebabkan kelaparan, dan bahkan menyebabkan konflik sosial. Dalam jangka panjang, jika air bersih terus berkurang, dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem air, kepunahan spesies, dan ketidakseimbangan ekologis.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kuantitas dan kualitas air bersih dengan melakukan langkah-langkah konservasi dan pengelolaan yang hati-hati. Usaha bersama dari individu, pemerintah, dan organisasi diperlukan untuk mencegah krisis air bersih dan memastikan kehidupan yang berkelanjutan di Bumi.


Pentingnya Hemat Menggunakan Air

Hemat menggunakan air adalah hal yang sangat penting bagi keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan. Dalam era yang semakin padat penduduknya dan sumber daya air yang semakin terbatas, kita perlu menyadari betapa berharganya air bagi kehidupan kita.

Kita menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Namun, seringkali tidak menyadari betapa berlimpahnya air yang kita gunakan. Video di bawah ini setidaknya menggambarkan berapa banyak air yang kita gunakan setiap harinya.

Hal paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah menghemat air. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan:

  1. Memperbaiki keran yang bocor: Keran yang bocor dapat membuat kita kehilangan banyak air secara tidak perlu. Dengan segera memperbaikinya, kita dapat mengurangi pemborosan air dan menghemat tagihan air kita.
  2. Menggunakan shower secara efisien: Saat mandi, kita bisa menggunakan shower dengan cara yang lebih efisien. Misalnya, mengatur aliran air yang lebih kecil dan membatasi waktu mandi agar tidak berlebihan. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi penggunaan air saat mandi.
  3. Menggunakan toilet dengan bijak: WC adalah salah satu sumber penggunaan air terbesar di dalam rumah. Untuk mengurangi penggunaan air saat menggunakan toilet, kita bisa memasang toilet dual flush, yang memungkinkan kita memilih antara pembilasan penuh atau setengah dari air yang biasanya digunakan.
  4. Mengumpulkan air hujan: Mengumpulkan air hujan dengan menggunakan wadah atau tong bisa menjadi cara yang efisien untuk menghemat air. Air hujan yang terkumpul dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman.
  5. Menggunakan mesin cuci dengan bijak: Mesin cuci adalah salah satu peralatan yang mengonsumsi banyak air. Agar lebih hemat air, kita bisa mencuci sebanyak mungkin pakaian dalam satu kali proses mencuci. Selain itu, memilih program mencuci yang efisien, seperti program dengan penggunaan air rendah juga dapat membantu mengurangi penggunaan air.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat melakukan bagian kita dalam melestarikan sumber daya air yang semakin terbatas. Selain itu, upaya menghemat air juga akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mengurangi beban tagihan air kita.

Bagaimana dengan usaha pemerintah Indonesia untuk menangani krisis air?

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk menangani krisis air yang semakin mendesak di negara ini. Mereka menyadari bahwa keberlanjutan sumber daya air sangat penting untuk kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Berikut adalah beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah:

  1. Program Pengelolaan Sumber Daya Air: Pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Program ini termasuk pengembangan infrastruktur, rehabilitasi dan konservasi sumber daya air, serta perbaikan pengaturan tata air di seluruh negeri.
  2. Penyediaan Akses Air Bersih: Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Mereka telah membangun sumur bor dan sistem distribusi air di daerah-daerah terpencil dan kawasan yang sulit dijangkau.
  3. Pendidikan dan Kesadaran: Pemerintah juga sadar bahwa pendidikan dan kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Oleh karena itu, mereka telah meluncurkan kampanye publik serta program pendidikan mengenai pentingnya penghematan air dan pengelolaan yang berkelanjutan.
  4. Kerjasama Internasional: Pemerintah Indonesia juga menjalin kerjasama dengan negara-negara lain dan lembaga internasional untuk mendapatkan bantuan teknis dan finansial dalam penanganan krisis air. Ini termasuk program pertukaran pengetahuan dan teknologi dengan negara-negara yang telah berhasil mengatasi masalah krisis air.

Meskipun pemerintah telah melakukan langkah-langkah tersebut, tantangan dalam menangani krisis air masih banyak. Perubahan iklim, urbanisasi cepat, kegiatan pertanian yang tidak berkelanjutan, serta polusi air adalah beberapa faktor yang mempersulit upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Momentum ini membuat pemerintah semakin termotivasi untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, akademisi, dan sektor swasta. Dengan kolaborasi yang kuat dan upaya bersama, diharapkan Indonesia dapat mengatasi krisis air dan memastikan ketersediaan air yang mencukupi untuk generasi mendatang.


Pertanyaan menarik belakangan ini: Mengapa air tanah harus memiliki izin pemerintah?

Terdapat berbagai sudut pandang yang dibawa oleh para pemangku kepentingan mengenai hal ini. Namun, di musim kering, keandalan air tanah menjadi faktor yang sangat penting. Dibandingkan dengan air pam yang kadang tidak mengalir atau mungkin tercemar, air tanah menjadi pilihan yang lebih handal.

Tidak diperlukan izin pemerintah untuk menggunakan air tanah kecuali jika penggunaan mencapai 100.000 liter per bulan. Namun, kebanyakan rumah tangga perkotaan, setiap orang hanya menghabiskan sekitar 144 liter air bersih per hari atau sekitar 4.500 liter per bulan sesuai data dari Kementrian PUPR. Oleh karena itu, masyarakat pada umumnya tidak perlu mengajukan izin tersebut. Jika setiap rumah tangga memiliki 10 anggota keluarga, penggunaan air per bulannya hanya mencapai sekitar 45.000 liter, masih jauh dari batas yang memerlukan izin air tanah.

Pentingnya izin pemerintah untuk air tanah tidak dapat disepelekan. Izin ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dan perlindungan air tanah serta menghindari dampak negatif yang dapat timbul akibat penggunaan yang tidak terkontrol.

Salah satu alasan utama adalah untuk mencegah penyalahgunaan dan pemerasan sumber daya air. Dengan adanya izin pemerintah, penggunaan air tanah dapat lebih termonitor dan dikelola secara efisien. Hal ini mencakup pembatasan jumlah pemakaian, penjadwalan pengambilan air, dan pelaksanaan teknik penggantian yang dapat menjaga keseimbangan tingkat air tanah.

Selain itu, izin pemerintah juga memastikan kualitas air tetap terjaga. Dalam proses perizinan, akan ada aturan yang mengatur penggunaan air tanah agar tidak mencemari lingkungan atau mengancam kesehatan manusia. Upaya perlindungan yang meliputi pemantauan, pengujian, dan pemeliharaan kualitas air dapat dijalankan secara teratur berkat adanya izin pemerintah.

Terakhir, izin pemerintah juga memiliki peran penting dalam mengatur pendistribusian air tanah. Dengan adanya izin, pemerintah dapat memastikan bahwa semua pihak yang membutuhkan air memiliki akses yang adil dan setara. Ini termasuk memperhatikan kebutuhan masyarakat, industri, pertanian, serta ekosistem yang bergantung pada pasokan air tanah.

Secara keseluruhan, izin pemerintah memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan air tanah. Melalui regulasi dan pengawasan yang cermat, penggunaan air tanah dapat dilakukan secara bertanggung jawab demi kepentingan bersama.

Menurut artikel dari BBC Indonesia, langkah-langkah yang dilakukan ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk mengalihkan penggunaan air tanah ke air PDAM yang disediakan pemerintah. Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat mengatasi masalah penggunaan air tanah yang berlebihan, terutama di wilayah Jakarta yang menghadapi kondisi tanah yang terus menurun. Ini adalah salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah dengan keyakinan untuk mengatasi masalah yang ada.

Referensi:

UNICEF

indonesiabaik.id

thesocietypages.org

Fidelity Investments, LLC

greatist.com

greatist.com/health/why-is-water-important

Tinggalkan komentar