Selain mudah didapatkan dan harganya yang cukup terjangkau, telur ayam juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik bagi tubuh. Meski telah menjadi konsumsi harian masyarakat, kita harus mengetahui bahwa jenis telur ayam yang dijual berbeda-beda.
Perbedaan kualitas telur ayam bisa dilihat dari warna cangkang, tebal tipisnya cangkang, aroma yang dikeluarkan, hingga berat per butirnya, carilah telur yang ukurannya normal.
Selain itu, untuk memeriksa apakah telur ayam layak atau tidak untuk dikonsumsi, kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
- Menggunakan air: Cara pertama adalah dengan menenggelamkan telur ke dalam air. Jika telur tenggelam dalam posisi miring, berarti telur tersebut masih segar dan baik dikonsumsi. Namun, jika telur mengapung, sebaiknya telur tersebut tidak dikonsumsi karena kemungkinan telur tersebut sudah tidak segar.
- Memeriksa aroma: Telur yang belum baik akan memiliki aroma yang tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan untuk mencium telur sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya. Jika tercium aroma yang aneh atau tidak sedap, sebaiknya telur tersebut dibuang.
- Memeriksa kerak: Telur yang masih segar biasanya memiliki kerak yang kuat dan tidak mudah pecah. Jika kerak telur terlihat lembut atau retak, sebaiknya telur tersebut tidak dikonsumsi.
Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kita dapat memastikan telur yang akan kita konsumsi masih dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi.
Selain cara di atas ada cara lainnya yang bisa dilakukan untuk memeriksa kelayakan telur ayam untuk di konsumsi.
- Kocok telur secara perlahan, bila terdengar bunyi “koclak”, bisa dipastikan telur sudah terlalu lama disimpan atau telah membusuk.
- Teropong telur dengan senter, bila keadaan dalam telur terlihat jernih, maka telur tersebut layak dikonsumsi, dan sebaliknya.
Pada ayam telur layak konsumsi, setidaknya terdapat sebelas kandungan vitamin dan nutrisi yang berbeda, beberapa kandungan tersebut diantaranya vitamin B2, D, E, zat besi, fosfat, folat dan yodium.
Semakin berat telur ayam, jumlah protein, kalori, dan lemak juga akan semakin tinggi.
Dalam hal ini, sangat penting untuk memahami bahwa kandungan gizi telur ayam sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis pakan yang diberikan kepada ayam, kondisi lingkungan tempat ayam dipelihara, dan faktor genetik ayam itu sendiri. Sehingga, meskipun berat telur dapat memberikan petunjuk secara umum mengenai kandungan gizinya, namun untuk informasi yang lebih akurat, perlu dilakukan analisis laboratorium.
Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa meskipun telur ayam kaya akan protein, kalori, dan lemak, namun konsumsi telur dalam jumlah yang berlebihan juga perlu diwaspadai. Keseimbangan dan variasi dalam konsumsi makanan merupakan kunci utama dalam menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.
Berikut tujuh jenis telur ayam yang beredar di pasaran.
- Telur Ayam Negeri
- Telur Ayam Kampung
- Telur Ayam Hutan Merah
- Telur Ayam Omega 3
- Telur Ayam Organik
- Telur Ayam Vegetarian
- Telur Ayam Pasteurisasi
Telur Ayam Negeri

Jenis telur ayam yang banyak dijual di pasaran yaitu telur ayam negeri. Telur ini biasanya dipelihara dengan cara diberi kandang satu persatu, dan diberi pakan secara teratur, sehingga sering disebut telur ayam kandang (chicken breeds eggs).
Makanan yang diberikan merupakan campuran dari dedak (limbah penggilingan beras), bonggol jagung giling, dan pakan konsentrat. Jika dedak dan bonggol jagung giling sulit didapat, dapat diganti dengan pelet, limbah gandum, ubi cincang, tepung tulang, bungkil kacang kedelai, dan tepung ikan.
Selain jenis makanan di atas, ayam negeri juga sering diberi vitamin dan hormon, untuk memicu ayam selalu bertelur setiap harinya.
Telur ayam negeri memiliki warna cangkang yang kecoklatan dengan permukaan sedikit kasar ketika diraba. Jika dilihat dari bagian kuning telurnya, telur ayam negeri memiliki warna yolk kuning cerah. Sementara itu, bagian putihnya lebih encer karena kadar air cukup tinggi.
Info Gizi Telur Ayam Negeri (100 gram):
- 150 kalori
- 12,5 gram protein
- 1 gram karbohidrat
- 10 gram lemak
Telur Ayam Kampung

Telur ayam kampung dihasilkan dari ayam yang berkembang biak dan tumbuh secara liar, sehingga sering disebut juga telur ayam liar (free range eggs).
Ayamnya sendiri umumnya tidak dibudidayakan dalam jumlah besar karena tujuannya bukan untuk komersil.
Meski liar, jenis telur ayam ini biasanya memiliki kandungan gizi yang cukup baik dibandingkan dengan ayam negeri, karena makanan ayam berasal dari alam, seperti cacing, dedak, bahkan nasi bekas makanan manusia.
Jenis telur ayam ini memiliki warna cangkang putih atau cenderung krem dengan permukaan lebih halus dibandingkan ayam negeri. Bila kita pecah telurnya, kuning telurnya berwarna oranye serta bagian putihnya kental akibat kadar air yang rendah.
Rata-rata ukuran telur ayam kampung Indonesia relatif kecil daripada telur ayam negeri, meski demikian ayam kampung banyak diburu untuk meningkatkan stamina pria, biasanya dikocok bersama madu terlebih dahulu.
Info Gizi Telur Ayam Kampung (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 10 gram lemak
Telur Ayam Hutan Merah
Bila kita suka berkemah di alam bebas dan menemukan telur ayam disana, kemungkinan besar itu adalah jenis telur ayam hutan. Di Indonesia, mereka dapat ditemukan di hutan Jawa, Bali dan Sumatera yang semuanya merupakan subspecies Gallus gallus bankiva (ayam hutan merah/ayam hutan bangkiwa). Ayam hutan sendiri merupakan leluhur dari ayam peliharaan atau ayam kampung.
Biasanya ayam hutan memakan aneka biji-bijian, pucuk rumput, dedaunan, serangga, cacing, dan berbagai hewan kecil lainnya. Saat musim kawin, ayam betina biasanya menetaskan antara lima sampai enam butir telur berwarna coklat muda pucat atau coklat kemerahan.
Info Gizi Telur Ayam hutan liar (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 10 gram lemak
Telur Ayam Omega 3

Seperti namanya, jenis telur ayam ini memiliki kandungan omega 3 atau asam lemak baik lebih banyak dibandingkan telur ayam lainnya. Karena itu, jenis telur ayam ini biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal.
Kandungan omega 3 yang tinggi tersebut berasal dari pakan ternak yang
diberikan ke ayam petelur, seperti limbah ikan, limbah udang, dan pakan ternak yang diperkaya dengan omega 3.
Bila dilihat dari cangkang, telur omega 3 belum bisa dibedakan dengan telur ayam biasa. Namun perbedaan akan terlihat setelah kita memecahkan telur ini dan melihat kuning telurnya. Warna lebih orange kekuningan. Selain itu, bagian putihnya juga lebih kental daripada telur ayam biasa.
Info Gizi Telur Ayam omega (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 5-7 gram lemak
- 125 mg omega 3
Telur Ayam Organik
Telur ayam organik dihasilkan dari ayam yang dipelihara secara organik. Untuk menghasilkan jenis telur ayam ini, biasanya ayam petelur diberi pakan khusus yang bebas dari bahan kimia (seperti herbisida, pestisida, dan pupuk komersial) dan pemeliharaan khusus.
Dari penampakan luar, telur ini sulit dibedakan dari telur ayam biasa, namun dari dalam, telur ini memiliki kuning telur yang cenderung oranye cerah. Namun jangan khawatir, kita tidak perlu memecahkan telur untuk mengetahui apakah organik atau tidak, karena biasanya telur ini dijual dengan label sertifikasi pada bagian kemasannya.
Karena pakan yang dijaga ketat dan pemeliharaan yang optimal, telur ini memiliki kandungan protein lebih tinggi dari telur biasanya. Telur ini juga memiliki rasa lebih gurih dan lezat.
Info Gizi Telur Ayam organik (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 5-7 gram lemak
Telur Ayam Vegetarian
Hampir serupa dengan telur ayam organik, telur ini diperoleh dari ayam yang dipelihara secara khusus, terutama pakan yang diberikan hanya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Umumnya harga telur ini lebih mahal dari telur biasa, meskipun kandungan gizinya tetap sama, namun beberapa orang menganggap harga telur tersebut sesuai karena beberapa alasan.
Awal mula munculnya telur ayam ini yakni adanya beberapa orang yang merasa “jijik” mengenai pakan yang diberikan pada ayam petelur, yakni diberi sisa-sisa daging ayam dan tulang ayam yang digiling lainnya yang terbuang. Mereka mengaitkan proses kanibalisme ayam ini pada penyakit transmissible spongiform encephalopathies (TSEs) yang menular. TSEs merupakan sekelompok penyakit neurogeneratif yang bersifat fatal pada hewan, yang timbul baik secara genetik, infeksius maupun sporadik.
Selain alasan di atas, tentunya jenis telur ayam ini banyak diburu oleh orang-orang yang menerapkan gaya hidup vegetarian. Pembeli seperti ini biasanya berpikir bahwa mengonsumsi telur berasal dari ayam vegetarian juga telah mendukung gagasan hidup ‘tidak menyakiti hewanʼ.
Info Gizi Telur Ayam vegetarian (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 5-7 gram lemak
Telur Ayam Pasteurisasi
Telur ayam pasteurisasi merupakan jenis telur yang sudah mengalami proses pengolahan pasteurisasi (proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan), konsepnya mirip pasteurisasi pada susu, namun memerlukan perhatian khusus.
Proses pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan telur pada suhu 68 hingga 72 derajat Celsius. Suhunya harus tepat, karena jika kurang panas, bakteri tidak akan mati, sedangkan jika terlalu panas, telur akan menjadi matang.
Biasanya pabrik yang memproduksi telur ini menjual telurnya dalam keadaan sudah dibuka dari cangkangnya, baik putih telur saja, kuning telur saja, atau sudah mencampurkan keduanya. Jika sudah dipasteurisasi seperti ini, telur bisa dibekukan dan tahan hingga 6 bulan lamanya.
Keuntungan jenis telur ayam pasteurisasi adalah bisa dikonsumsi mentah atau setengah matang tanpa khawatir terinfeksi bakteri Salmonella. Namun karena proses yang rumit, dan pasarnya masih jarang, harga telur ini cukup mahal dan sulit untuk ditemukan.
Info Gizi Telur Ayam pasteurisasi (100 gram):
- 150 kalori
- 13 gram protein
- 1,5 gram karbohidrat
- 5-7 gram lemak
Telur ayam memang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan kita. Kandungan protein yang tinggi dalam telur sangat baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral penting seperti vitamin D, vitamin B12, selenium, dan zat besi yang mendukung kesehatan tulang, sistem saraf, dan juga metabolisme tubuh. Tidak hanya itu, telur juga bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan mata. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa telur ayam memang merupakan salah satu makanan yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita.
Referensi:

Tinggalkan komentar