Selain membaca, menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa yang wajib dipelajari khususnya bagi pelajar. Meskipun di kehidupan biasa menulis adalah sebuah pilihan, kegiatan ini ternyata memiliki banyak dampak positif terhadap hidup manusia.
Definisi Menulis
Berbicara tentang menulis, kegiatan ini memiliki beberapa definisi menurut berbagai sumber.
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; menggambar; melukis; atau membatik (kain).
- Menurut Hargrove dan Pottet
Menulis adalah upaya menggambarkan pikiran, ide dan perasaan dalam bentuk simbol
Intinya, menulis merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dengan berbagai tujuan, berupa buah pikiran atau buah lisan; dengan menggunakan alat tulis. Alat tulis seperti kertas, pulpen, pensil, atau jika diurutkan dari awal mula ditemukannya tulisan; sepotong buluh dan sebuah tablet tanah liat basah yang lalu dikeringkan.
Siapakah manusia yang menulis untuk pertama kalinya? Jawabannya adalah bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria adalah salah satu bangsa yang menghuni wilayah Mesopotamia sekitar 3.500 – 3.000 SM. Mereka menciptakan tulisan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang diperlukan dalam perdagangan.
Bentuk tulisan paling awal adalah piktograf (simbol yang mewakili objek). Piktograf tersebut memiliki fungsi sebagai pengingat sederhana. Ada yang berfungsi sebagai pengingat apa saja yang telah dibeli dan apa yang telah dikirim, catatan berapa banyak barang yang diperlukan atau jenis barang yang dijual dan dibeli, atau untuk mencatat berapa banyak domba yang diperlukan untuk acara pengorbanan di kuil.
Lalu, kapan manusia di Indonesia mulai menulis? Orang Indonesia diperkirakan menulis mulai dari abad ke-5 Masehi. Hal ini diketahui dari Prasasti Yupa, sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa Pra-Nagari, berbentuk puisi anustub, dan dalam bahasa Sanskerta.
Namun, ada kemungkinan orang Indonesia sudah bisa menulis sebelum prasasti tersebut dibuat namun jejaknya sudah hilang. Hal ini terjadi karena selain menulis di bahan yang keras dan tahan lama, orang Indonesia juga menulis di daun lontar dan daun palem.
Teknik Menulis
Menulis memiliki ragam teknik yang bertujuan agar tulisan yang dihasilkan mampu menyampaikan pesan kepada pembaca. Pesan apa yang hendak disampaikan mempengaruhi jenis tulisan yang akan dibuat.
Berikut 5 teknik menulis beserta tujuannya.
- Eksposisi
Tulisan eksposisi bertujuan untuk mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis memiliki niat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca.
Di dalam sebuah tulisan eksposisi, biasanya terdapat pengembangan alinea seperti pemberian contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi, definisi, analisis, komparasi, dan kontras.
- Deskripsi
Tulisan deskripsi bertujuan untuk menggambarkan sesuatu seperti manusia, objek, penampilan, pemandangan, atau kejadian; sedemikian rupa sehingga pembaca dibuat mampu mengalami sebagaimana dipersepsi oleh panca indera. Deskripsi dapat menjelaskan dan mengembangkan sebuah komparasi, proses, definisi, argumen, dan klasifikasi, dan strategi lainnya.
Deskripsi bisa bersifat objektif dan subjektif tergantung tujuan penulisan. Deskripsi bisa dibagi menjadi dua: ekspositori dan impresionistis. Ekspositori merujuk pada deskripsi yang logis, sedangkan impresionistis menggambarkan impresi penulis ihwal yang dituliskannya.
- Argumentasi
Merupakan sebuah karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan. Teks argumen secara tradisional terbagi atas dua kategori, yaitu induktif dan deduktif.
Dalam teknik menulis argumen, penulis dapat memilih salah satu atau dua-duanya. Dalam teks argumen, penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti retorika untuk meyakinkan pembaca ihwal kebenaran atau ketidakbenaran itu.
- Persuasi
Merupakan jenis karangan yang bersifat membujuk. Persuasi disusun untuk mempengaruhi pembaca agar mereka mau mengikuti keinginan penulis. Karena sifatnya membujuk, salah satu hal penting yang harus ada dalam jenis karangan ini adalah data dan fakta. Dengan kedua hal tersebut, pengarang akan lebih mudah mempengaruhi serta membujuk pembacanya. Selain data dan fakta atau sentuhan logika, sentuhan perasaan juga memegang peranan penting.
- Narasi
Narasi berasal dari kata to narrate, yaitu bercerita. Tulisan narasi merupakan rangkaian peristiwa atau kejadian secara kronologis, baik fakta maupun rekaan atau fiksi.
Dalam teknik menulis narasi ada yang dinamakan alur. bisa saja dimulai dari peristiwa di tengah atau paling belakang, sehingga memunculkan flashback. Narasi bisa bergaya kisahan orang pertama sehingga terasa subjektivitas pengarangnya, atau orang ketiga sehingga terdengar lebih objektif. Narasi seringkali berpadu dengan deskripsi dan berfungsi sebagai eksposisi atau persuasi.
Karya Tulis
Karya tulis merupakan salah satu hasil perbuatan dari kegiatan menulis. Karya tulis terbagi menjadi tiga.
- Karya Tulis Fiksi
- Karya Tulis Ilmiah
- Karya Tulis Ilmiah Populer
Berikut penjelasan singkat mengenai jenis-jenis karya tulis.
Karya Tulis Fiksi
a. Puisi
Merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat.
b. Novel
Merupakan karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku.
c. Cerpen
Cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra yang lebih singkat daripada novel, banyak dijadikan sebagai bahan bacaan untuk hiburan. Dalam penyajiannya, ada berbagai macam tema yang bisa diangkat untuk menjadi ide dari penulisan cerpen, dan salah satunya adalah tema motivasi.
Karya Tulis Ilmiah
a. Jurnal
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jurnal adalah majalah yang khusus memuat artikel dalam bidang ilmu tertentu. Jurnal merujuk pada publikasi ilmiah yang memuat artikel dan umumnya terbit secara reguler.
Jurnal disebut juga kumpulan artikel dalam bidang ilmu tertentu. Publikasi jurnal biasanya dilakukan secara tim; ada penulis, editor, layouter, dan lain sebagainya.
b. Tesis
Tesis adalah tugas akhir jenjang adjudicator (S2). Tesis merupakan salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun secara sendirian atau tunggal berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.
Tesis merupakan pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, juga menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi.
c. Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian yang dibuat secara jelas, disusun menurut metode penulisan dan sistematika tertentu dengan bahasa yang lugas.
Karya Tulis ilmiah Populer
a. Opini
Opini merupakan tanggapan atau pendapat terhadap suatu hal yang bisa diungkapkan dalam bentuk tulisan atau lisan. Oleh karena itu, bagi sebagian orang ada yang lebih suka menyampaikan opini melalui lisan dan ada juga yang lebih nyaman untuk memberikan opini terhadap suatu hal melalui tulisan.
Menyampaikan opini terhadap suatu hal menunjukkan bahwa kita memiliki sudut pandang untuk melihat dan memahami hal tersebut.
b. Feature
Tulisan Feature (baca: ficer) adalah salah satu jenis tulisan jurnalistik berisi perpaduan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling) mengandung unsur menyentuh (human interest) dan bahasa yang indah (sastrawi). Oleh karenanya, “Feature” disebut juga karangan khas, feature article, dan feature story.
Tulisan feature yang paling populer adalah kisah nyata, kisah perjalanan, dan (auto) biografi. Gaya tulisan Feature itu bertutur atau bercerita (story telling) dengan detil dan menarik.
c. Berita
Berita adalah informasi yang menyampaikan peristiwa yang sedang terjadi atau terkini. Teks berita pada umumnya disusun oleh seorang wartawan atau jurnalis.
Isi dari teks ini berupa fakta yang didapatkan langsung dari lapangan maupun sumber dari jurnalis, sehingga dapat dipastikan bahwa isi dari teks berita ini merupakan kenyataan yang bisa dipercaya.
d. Esai
Berisi kupasan terhadap suatu masalah, baik persoalan berkaitan dengan ilmu, teknologi, maupun seni. Dapat juga berisi prosa (karangan bebas) singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu.
e. Tajuk Rencana
Tajuk rencana atau editorial adalah sebuah artikel pokok atau rubrik dalam surat kabar yang berisi pandangan redaksi terhadap kejadian yang sedang hangat dibicarakan oleh publik pada saat surat kabar diterbitkan. Dalam tajuk rencana harus diungkapkan informasi atau masalah yang aktual, penegasan sebuah masalah dianggap penting, opini redaksi tentang permasalahan yang diangkat, kritik dan saran terhadap permasalahan dan harapan redaksi agar pembaca berperan dalam menyikapi masalah.
f. Resensi Buku
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Berdasarkan kedua penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa resensi merupakan sebuah kegiatan menilai atau menimbang kembali.
Oleh karena itu, resensi buku ialah memberikan tinjauan kritis atau penilaian terhadap kualitas suatu buku. Meresensi sebuah buku berarti merupakan aktivitas seseorang untuk menyampaikan gagasan secara tertulis dalam hal mengukur baik buruknya suatu buku. Hal-hal yang diukur dari satu buku tersebut meliputi isi, struktur penyajian, serta manfaatnya bagi pembaca.
Resensi sering disebut juga sebagai ulasan atau review.
Selain pengelompokan jenis tulisan ke dalam ketiga karya tulis di atas, ada juga yang kelompok karya tulis yang lain yaitu tulisan kreatif. Berikut karya tulis yang masuk ke dalam kategori jenis tulisan kreatif.
- Cerpen (Cerita Pendek)
Biasanya terdiri dari satu plot utama yang dijelaskan dalam format yang ringkas. Cerpen biasanya tidak sepanjang novel dan biasanya berfokus pada momen atau peristiwa spesifik dalam kehidupan karakter.
- Novel
Sebuah karya sastra panjang yang memiliki berbagai plot dan sub-plot dengan pengembangan karakter yang mendalam. Novel biasanya mencakup berbagai tema dan konflik.
- Puisi
Salah satu jenis tulisan kreatif yang paling lama dan paling beragam. Puisi bisa berbentuk bebas atau mengikuti struktur dan pola tertentu. Puisi adalah salah satu jenis tulisan kreatif yang subjektif, artinya sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang intens dari penulisnya.
- Naskah Drama
Bentuk tulisan yang ditujukan untuk dipentaskan. Naskah drama biasanya berisi dialog antar karakter dan petunjuk pentas (stage directions).
- Esai Kreatif
Meski esai biasanya digunakan dalam konteks akademis atau jurnalisme, esai kreatif adalah bentuk esai yang lebih bebas dan bisa digunakan untuk mengeksplorasi berbagai ide dan pengalaman secara pribadi dan reflektif.
- Lirik Lagu
Tulisan kreatif juga bisa berbentuk lirik lagu. Lirik lagu biasanya mengandung rima dan ritme, dan sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan cerita.
- Memoar
Bentuk tulisan pribadi yang biasanya berfokus pada pengalaman dan peristiwa tertentu dalam hidup penulis. Memoar bisa berupa buku, esai, atau artikel. Blogger yang suka menulis tentang hal sehari-hari di blog, itu bisa dibilang masuk ke kategori ini.
- Sketsa atau Vignette
Potongan singkat dari tulisan kreatif yang biasanya berfokus pada satu momen atau gambaran. Sketsa bisa berfungsi sebagai bagian dari karya yang lebih besar atau bisa berdiri sendiri.
- Flash Fiction
Mirip dengan cerita pendek, tetapi lebih pendek lagi. Flash fiction biasanya terdiri dari sekitar 100 hingga 500 kata.
- Fanfiction
Jenis tulisan kreatif yang dibuat oleh penggemar berdasarkan karya asli, seperti buku, film, serial TV, dan sebagainya, dari idolanya. Di sinilah muncul istilah baru: alternate universe. Biasanya banyak dijumpai di X.
Diary
Apakah diary termasuk karya tulis? Diary atau buku harian biasanya hanya disimpan untuk kenangan pribadi. Namun ada juga yang memasukkan sebagian isi diary ke dalam memoar atau autobiografi. Diary sendiri dalam teks bahasa Inggris masuk ke dalam Recount Text.
Recount Text adalah sebuah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau aktivitas yang terjadi pada masa lampau dan pernah dialami sebelumnya. Teks ini menjelaskan pembaca tentang sebuah cerita, aksi atau aktifitas; fokus pada bagian tertentu dari sebuah peristiwa atau menceritakan kembali seluruh cerita. Peristiwa yang diceritakan di dalam recount text biasanya berhubungan dengan pembaca secara kronologis.
Recount text juga terbagi menjadi berbagai macam untuk menentukan tujuan tulisannya.
- Personal Recount
Jenis recount text yang biasanya berupa informasi atau cerita berdasarkan pengalaman pribadi dari si penulis. Contohnya adalah diary atau buku harian.
- Factual Recount
Jenis recount text yang menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian yang benar-benar telah terjadi. Contohnya adalah laporan ilmiah, berita, dan lain sebagainya.
- Imaginative Recount
Imaginative recount adalah teks yang menceritakan suatu cerita khayal yang disertai rincian kejadian.
- Biographical
Recount text ini menceritakan tentang riwayat, kisah, atau histori hidup seseorang/tokoh. Pada penulisannya menggunakan sudut pandang orang ketiga, yaitu: “she”, “he”, “it”.
Manfaat Diary
Menulis diary atau buku harian, kegiatan yang kadang dianggap sepele dan dipandang banyak dilakukan oleh perempuan, ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.
- Membantu memulihkan emosi
Mengutip dari Intermountain Healthcare, menulis membantu mengekspresikan emosi melalui kata-kata sehingga dapat membantu penyembuhan. Menulis bisa menjadi salah satu cara mengatur dan mengurangi stres yang bisa merusak kesehatan fisik, mental, dan emosional seseorang.
Menulis tentang pengalaman dan cerita yang membuat stres akan membantu seseorang untuk mengelola stres dengan cara yang sehat. Menulis juga bisa menjadi kebiasaan meditasi sebelum tidur yang membantu melepas dan menghilangkan stres.
Berdasarkan penelitian terbitan Advances In Psychiatric Treatment, menulis selama 15-20 menit setiap 3-5 hari dalam 4 bulan bisa menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi hati.
- Mengasah memori
Kebiasaan menulis mampu mengasah kemampuan otak dalam mengingat. Tidak hanya meningkatkan memori dan pemahaman, menulis juga bisa mengasah kemampuan kognitif.
Perkembangan kognitif adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengolah informasi yang cukup rumit.
- Meningkatkan kualitas tidur
Menghabiskan waktu 15 menit di malam hari untuk menuliskan hal positif dan negatif yang terjadi dalam hari itu dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Terkadang, seseorang lebih sering mengingat hal negatif dan tidak menyadari hal-hal positif yang terjadi dalam hari itu. Dengan menulis hal-hal positif yang terjadi hari itu, seseorang bisa merasakan manfaat dalam diri dan bersyukur akan hal itu.
Contohnya, ketika seseorang berhasil menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari biasanya atau ketika berhasil melakukan hal yang sederhana, seperti tidak terlalu sering menatap ponsel saat sedang bekerja sehingga pekerjaan bisa lebih efisien, juga bisa disampaikan dengan tulisan.
- Mengasah kemampuan komunikasi
Menulis adalah salah satu media untuk berkomunikasi, baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Tanpa sadar, menulis bisa menjadi sarana menuangkan ide dan gagasan untuk kebutuhan pekerjaan dan meningkatkan kemampuan komunikasi.
Contohnya, menulis ide dan inti dari gagasan akan memudahkan seseorang saat melakukan presentasi. Memilih kata, kalimat, atau kosakata yang tepat dan sesuai untuk presentasi sehingga dapat berpengaruh dalam percakapan.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Menulis ternyata bisa memperkuat kekebalan tubuh dan mengurangi risiko terkena penyakit tertentu. Mengutip dari Intermountain Healthcare, orang yang terbiasa menulis secara ekspresif tentang yang ia rasakan dapat bantu memperkuat sel-sel kekebalan tubuh.
Menulis juga bisa mengurangi gejala asma dan rheumatoid arthritis, dan juga mampu meningkatkan fungsi hati dan paru-paru.
- Meningkatkan kesehatan emosional
Menulis memiliki manfaat untuk kesehatan emosional seseorang karena mampu membantu otak mengatur emosi dalam diri. Emosi tidak hanya marah, tetapi juga rasa bahagia dan sedih.
Saat seseorang menuliskan perasaan yang ia rasakan, ia akan merasa lega sehingga tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
Manfaat Menulis
Menulis ternyata memiliki banyak manfaat, oleh karena itu menulis penting bagi kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai wadah untuk mencatat buah pikiran dan lisan, menulis juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Berikut manfaat menulis secara umum.
- Meningkatkan Kreativitas
Secara tidak langsung, selama menulis, penulis akan mencari dan menemukan banyak ide. Ide-ide mentah tersebut perlu diolah sehingga menjadi tulisan yang baik dan dimengerti oleh para pembaca. Dengan mengolah ide tersebut, kreativitas penulis juga ikut diasah karena ia harus mencari penggunaan ide serta kata yang tepat.
Tidak hanya itu, setelah menyelesaikan sebuah tulisan, tidak jarang seseorang menemukan ide baru karena proses penulisan yang dilakukan. Dengan begitu, kreativitas penulis dapat meningkat karena banyaknya ide yang muncul. Hal tersebut juga berdampak ke hasil tulisan berikutnya. Tulisan akan semakin kreatif ke depannya karena berasal dari ide yang kreatif.
- Wadah untuk Menuangkan Emosi/Perasaan
Pada saat seseorang sedang merasa sedih, senang, atau marah dan tidak dapat menceritakannya ke orang lain, ia dapat menceritakan perasaan tersebut dengan cara menulis. Cara ini dipercaya sangat manjur untuk menuangkan emosi sehingga tidak ada yang terpendam atau yang biasa disebut dengan kata “mengganjal”. Dengan menulis, seseorang seperti sedang menceritakan perasaan ke orang lain secara tulisan.
- Menjadi Lebih Terorganisir
Sebelum menulis, biasanya seseorang perlu membuat kerangka tulisan. Kerangka tulisan dibuat agar dapat menulis secara terorganisir. Dengan sering menulis, seseorang akan sering mengorganisir hal-hal yang perlu dilakukan sebelum mulai menulis.
Hal tersebut pun lama-kelamaan akan berpengaruh kepada kebiasaan. Secara tidak langsung, seseorang menjadi terorganisir karena sudah terbiasa menyiapkan dan mengatur hal-hal terkait menulis dan hal tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperkuat Daya Ingat
Pada saat menulis, selain tangan yang bekerja, otak pun juga bekerja. Pekerjaan otak dimulai dari mencari ide tulisan, membuat kerangka tulisan, hingga menyelesaikan sebuah tulisan. Jika sering digunakan atau diberi pekerjaan, otak akan akan terus bekerja dan menerima banyak informasi baru. Dengan begitu, otak akan selalu aktif sehingga daya ingat juga akan tetap aktif. Hal tersebut akan mencegah atau mengurangi frekuensi dari kepikunan.
- Meningkatkan Kemampuan Dalam Berbahasa yang Baik
Dalam menulis, seseorang tidak bisa memasukkan kata secara asal-asalan. Sebuah tulisan memiliki kaidah dan aturannya sendiri dan harus memiliki tata bahasa yang baik. Selama menulis, seseorang akan menggunakan serta mempelajari penggunaan kata dan bahasa yang benar. Dengan begitu, pengetahuan seseorang mengenai penggunaan bahasa yang baik akan bertambah seiring seringnya menulis.
- Menghasilkan Uang
Tidak hanya untuk tugas atau hobi, menulis juga dapat dijadikan suatu profesi. Sudah banyak profesi yang memerlukan keterampilan menulis, seperti content writer, jurnalis, penulis naskah, dan profesi lainnya. Dengan begitu, menulis dapat memberikan manfaat berupa penghasilan.
Mengikuti kemajuan teknologi, menulis kini tidak hanya menggunakan kertas atau buku dan alat tulis saja, melainkan dapat menggunakan gawai atau alat canggih seperti komputer, laptop, tablet atau ponsel pintar. Namun, di negara maju, khususnya di Swedia, mulai muncul gerakan memperlambat digitalisasi khususnya dalam bidang pendidikan.
Memasuki tahun ajaran baru tahun 2023, para pengajar mulai memperkuat pembelajaran berbasis manual yang mengajak anak-anak untuk kembali membaca teks atau buku cetak dan belajar menulis tangan, memperbanyak latihan motorik halus dan kasar secara menyenangkan. Anak-anak juga diajak untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan bertanya langsung dengan para guru.
Hal itu terjadi karena para pakar dari Studi Kemajuan Literasi Membaca Internasional melihat adanya tren kemerosotan nilai literasi di Swedia sepanjang periode 2016-2021. Para pakar tersebut menilai kemampuan literasi generasi muda Swedia terutama generasi Z mengalami penurunan dan tidak sebaik generasi sebelumnya. Pada tahun 2016, siswa kelas empat Swedia memiliki rata-rata skor membaca 555 poin, akan tetapi turun menjadi 544 poin pada tahun 2021.
Menulis seperti yang telah diketahui sebelumnya memiliki banyak manfaat. Khususnya untuk menulis tangan, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Indiana University, Amerika Serikat menunjukkan bahwa menulis dengan tangan dapat meningkatkan aktivitas saraf di otak. Gerakan tangan saat menulis bisa mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab atas bahasa, memori, pemikiran, dan penyembuhan.
Studi yang dilakukan di Universitas Nebraska, Universitas Princeton dan University of California menyatakan kesimpulan yang hampir sama. Pelajar yang menulis menggunakan tangan umumnya memiliki performa akademik yang lebih baik dibanding mereka yang mengetik pada komputer. Hal ini bisa terjadi karena menulis dengan tangan bisa membuat otak menyimpan informasi lebih lama dan lebih mudah memahami ide-ide baru.
Kebiasaan menulis dengan tangan juga ternyata bisa membuat seseorang lebih kreatif. Menurut pemenang National Book Award, Robert Stone, menulis dengan tangan bisa ‘memaksa’ seseorang berpikir lebih jernih. Saat menulis keseharian, pengalaman, rencana dan cita-cita pada buku harian, seseorang akan lebih fokus dan pada akhirnya bisa memicu semangat untuk meraih segala tujuan yang telah ditulis.
Sumber:
https://sma.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id

Tinggalkan komentar