Tahukah Anda bahwa membaca buku dapat mengubah hidup kita, terutama cara kita berpikir dan gaya hidup sehari-hari. Membaca bisa membuat kita lebih tahu dan cerdas.
Dari banyak sumber menjelaskan bahwa membaca dapat mengubah hidup mereka yang suka membaca buku karena beberapa alasan ini:
- Membaca membuat otak aktif, merangsang neuron, dan meningkatkan kecerdasan kita.
- Membaca membuat bagian dari sel saraf yang menyimpan kenangan menjadi lebih kuat, sehingga membuat kita mampu mengingat lebih banyak hal.
- Membaca dengan fokus dapat meningkatkan konsentrasi kita.
- Membaca untuk kesenangan mengurangi stres dan baik untuk kesehatan.
- Membaca dan memikirkan apa yang dibaca akan meningkatkan kemampuan berpikir kita.
Hal tersebut sudah menjadi fakta yang jelas bahwa anak-anak yang rajin membaca dapat menjadi lebih cerdas. Membaca dapat meningkatkan imajinasi, keterampilan, dan kemampuan penalaran mereka.
Jika dulu kita hanya membaca buku, sekarang kita bisa membaca melalui internet seperti Wikipedia, website berita hingga blog. Artikel yang beragam bisa kita dapatkan di sana. Dengan teknologi internet, sekarang kita bisa membaca artikel atau buku yang kita suka menggunakan iPad, tablet, atau smartphone.
Namun, buku tetap sangat penting karena tidak semua orang mempunyai akses ke buku digital melalui smartphone. Beberapa orang tidak sempat membaca dengan smartphone atau tidak punya akses internet.
Kenyataannya, pada zaman Generasi Y atau milenial dan generasi Z hingga alfa, di mana orang terhubung dengan internet hampir sepanjang waktu, hal itu telah mengakibatkan perubahan besar dalam kebiasaan membaca. Hal ini juga memengaruhi para pelajar di seluruh dunia:
- Hanya 10% dari siswa menggunakan buku dari perpustakaan untuk belajar.
- 100% siswa menggunakan Wikipedia (Perpustakaan online terbesar) untuk belajar. Berarti setiap siswa menggunakan Wikipedia untuk belajar. Dalam hal ini siswa disarankan berhati-hati dalam membaca artikel melalui wikipedia dan sejenisnya.
- 80% dari siswa menggunakan media sosial untuk membantu mereka belajar.
- 55% dari siswa menggunakan layanan online untuk membantu mereka menulis makalah mereka.
Meskipun begitu, membaca di mana saja lebih baik daripada tidak membaca sama sekali. Pengaruh membaca sangat besar dan dapat mengubah hidup seseorang, dari ketidaktahuan menjadi penuh wawasan, dari kebodohan menjadi kecerdasan. Itulah sebabnya negara-negara maju sangat memperhatikan kegiatan membaca dan perpustakaan.
Negara-negara maju seperti Jerman, Perancis, dan Belanda mewajibkan siswa SMA untuk menamatkan 22-32 judul buku antara tahun 1966 dan 1975. Di Indonesia, dari tahun 1950 hingga 1997, tidak ada kewajiban untuk menamatkan satu pun judul buku. Kondisi ini masih berlangsung saat ini.
Bahkan di Thailand, siswa harus membaca hingga 5 buku saat SMA (1986-1991). Di Malaysia, siswa harus membaca 6 buku (1976-1980), sedangkan di Singapura 6 buku (1982-1983), dan di Jepang 15 buku (1969-1972).
Sangat disayangkan berdasarkan penilaian PISA di tahun 2022, Indonesia berada di peringkat 14 terakhir dari 81 negara di dunia dalam membaca.


Tabel di atas menunjukan peringkat membaca di dunia yang terdaftar di PISA pada tahun 2022. Selengkapnya bisa dilihat di oecd-ilibrary.org
Minat membaca dan kemajuan pendidikan suatu bangsa berjalan sejajar. Jepang, yang kota-kotanya hancur akibat serangan Sekutu pada 1945, memulai proses pemulihannya dengan mengumpulkan para guru.
Jepang yakin bahwa mereka akan bisa bangkit dan menjadi salah satu negara terkemuka di dunia karena mereka peduli dengan pendidikan.
Membaca sangat penting. Dengan membaca buku dan artikel, kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang dunia. Pikiran yang cerdas berasal dari kebiasaan membaca. Bahkan Bill Gates selalu membaca buku dan membagikan buku-buku yang ia baca di website resminya gatesnotes.com.
Begitupun dengan Warren Buffett, yang menjadi salah satu orang terkaya selain Bill Gates, berkata bahwa buku-buku telah mengubah hidupnya. Ia sangat terinspirasi oleh seorang profesor yang mengajarinya saat kuliah dengan menggunakan buku yang ditulis oleh profesornya sendiri.
Berikut sedikitnya 10 manfaat yang dapat didapatkan dari kebiasaan membaca yang dapat mengubah hidup kita secara positif:
- Peningkatan Kognitif: Membaca dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, termasuk daya ingat, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir abstrak.
- Pengurangan Stres: Dengan menyelam dalam dunia buku, banyak orang menemukan ketenangan dan relaksasi yang membantu mengurangi tingkat stres sehari-hari.
- Peningkatan Kekuatan Empati: Membaca fiksi dapat membantu membuka jendela ke pengalaman orang lain, meningkatkan kemampuan untuk berempati dan memahami sudut pandang yang berbeda.
- Peningkatan Kosa Kata: Setiap kali Anda membaca, Anda kemungkinan akan terpapar pada kata-kata baru yang memperkaya kosa kata Anda. Ini dapat membantu dalam berkomunikasi secara lebih efektif.
- Stimulasi Mental: Membaca dapat menjadi latihan otak yang luar biasa, mempertahankan kekuatan mental dan mengurangi risiko penyakit seperti demensia.
- Pembelajaran Seumur Hidup: Dengan membaca, pembelajaran tak pernah berhenti. Anda dapat terus memperdalam pengetahuan Anda tentang berbagai topik sepanjang hidup.
- Mengurangi Kesepian: Bagi banyak orang, membaca bisa menjadi teman saat merasa sendirian. Buku menawarkan kesempatan untuk melarikan diri ke dunia lain.
- Keterhubungan dengan Sejarah dan Budaya: Melalui membaca, Anda dapat menjelajahi berbagai periode waktu dan budaya, memperkaya pemahaman Anda tentang dunia.
- Peningkatan Konsentrasi: Dalam dunia yang penuh dengan gangguan, membaca memerlukan fokus. Melatih kemampuan ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi Anda secara keseluruhan.
- Inspirasi dan Kreativitas: Banyak orang menemukan inspirasi dalam buku, baik fiksi maupun non-fiksi, yang dapat merangsang kreativitas mereka dalam berbagai aspek kehidupan.
Jadi, penting untuk membangun kebiasaan membaca agar kita dapat meraih manfaat-manfaat positif tersebut.
Referensi:

Tinggalkan komentar