Persiapan adalah kunci utama untuk menjamin kesuksesan program dan pekerjaan apa pun. Bahkan untuk tugas-tugas rutin sekalipun, persiapan tetap memiliki peran yang tak tergantikan.

Seorang pegawai kantor akan bersiap setiap pagi dengan mengenakan seragam dan membawa perbekalan sebelum pergi ke tempat kerja. Begitu pula petani yang menyiapkan cangkul dan pupuk untuk bekerja di sawah, serta siswa yang menyiapkan tas dan buku sebelum pergi belajar. Ketika tuan rumah mengetahui akan ada tamu yang datang, pasti ia akan membersihkan rumahnya mulai dari halaman depan hingga setiap sudut ruangan. Semua itu adalah bentuk persiapan.

Tak ubahnya seperti orang yang siap menyambut tamu istimewa, begitulah gambaran kita menyambut kedatangan Ramadan. Kedatangannya patut kita persiapkan dengan matang. Setiap muslim berusaha tampil maksimal menyambut Ramadan, dan semuanya bermula dari persiapan yang baik. Banyak ungkapan menyatakan pentingnya persiapan, hingga dianggap bahwa jika seseorang gagal bersiap, sama saja dengan mempersiapkan kegagalan.

Seorang muslim perlu melakukan persiapan mental, fisik, dan spiritual. Persiapan yang paling penting adalah meluruskan dan menguatkan niat. Niat yang tulus dan ikhlas untuk mencari keridhaan Allah SWT harus menjadi landasan dalam setiap persiapan dan pelaksanaan amal kebaikan.

Setelah meneguhkan niat, langkah selanjutnya adalah menjaga hati untuk terus menyemai kebahagiaan dengan kedatangan Ramadan dan menyebarkan kegembiraan kepada sesama. Terkadang tamu biasa tidak selalu membawa kebaikan, bahkan terkadang membebani dan mengganggu ketenangan. Berbeda dengan bulan Ramadan, yang bukanlah tamu biasa, Ramadan tidak hanya sekadar datang, tetapi penuh dengan kebaikan yang melimpah berkah di dalamnya.

  1. Persiapkan ilmu. Ilmu merupakan bagian penting sah dan diterimanya amal. Terlebih ilmu yang berkaitan dengan fiqih Ramadan. Jangan sampai puasa dan berbagai ibadah yang kita lakukan kering dan kosong dari kebaikan karena dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan Allah. Adapun cara kita mengetahui kriteria ibadah yang diterima Allah SWT adalah dengan menelusuri Ilmu yang disuguhkan para Ulama yang merujuk pada Al-Quran dan Sunnah nabi-Nya
  2. Memastikan tubuh sehat dan prima sangat penting. Kita perlu asupan nutrisi seimbang agar tubuh sehat. Kesehatan tubuh adalah modal utama untuk memperbaiki Amal. Oleh karena itu, kesehatan tubuh penting untuk beribadah di bulan suci Ramadan. Kita tidak bisa puasa dan shalat Tarawih dengan baik jika tubuh sakit. Jadi, jaga kesehatan tubuh agar beribadah dengan maksimal.
  3. Memperbanyak shaum sunnah. Rasulullah sering berpuasa sunnah, terutama di bulan Sya’ban. Hal ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membantu kita menyiapkan diri menjelang puasa Ramadan. Dengan memperbanyak puasa sunnah, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan diri dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu saat kita memasuki bulan suci Ramadan.
  4. Membiasakan bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan qiyamul lail dan tahajud. Qiyamul lail adalah bentuk pelatihan diri agar kita terbiasa dengan shalat Tarawih. Bangun pada saat waktu sebelum subuh juga dapat dimanfaatkan untuk persiapan melakukan sahur disamping waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.
  5. Meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an sangat penting bagi umat muslim. Bagi yang belum terbiasa, cobalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Bagi yang sudah terbiasa membaca, perbanyaklah dan tetap konsisten. Buatlah target harian untuk membaca Al-Qur’an agar semakin intens dalam menghayati firman Allah SWT. Al-Qur’an memberikan petunjuk hidup dan menjadi sumber utama petunjuk bagi umat Islam dalam beribadah, berperilaku, dan beretika. Ramadan yang disemati dengan bulan Al-Qur’an menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Maka jalinlah hubungan dengan Allah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai ajang pembiasaan untuk bertemu Ramadan. Semoga Al-Qur’an menjadi syafaat bagi kita semua.
  6. Memperbanyak shadaqa dan mendawamkannya. Bulan Ramadan adalah bulan kebaikan. Kedatangannya bisa mendorong orang untuk berbuat baik, baik dalam urusan pribadi dengan Allah maupun untuk orang lain. Saat Ramadan, kita juga diminta untuk berzakat, terutama zakat fitrah. Ini menunjukkan perhatian dan ketulusan kita pada sesama, dan persiapan untuk berbuat baik bisa dimulai sejak sebelum Ramadan.
  7. Jangan lewatkan doa untuk menyambut bulan suci Ramadan. Teruslah meminta agar Allah SWT mengizinkan kita bertemu dan menjamu bulan Ramadan dengan amal yang maksimal dan pahala yang sempurna. Diantara bacaan doa yang dapat dipilih adalah;

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)


Adapun saat awal memasuki bulan Ramadan, bacalah doa ini;

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad 888, Ad-Darimi dalam Sunannya no. 1729, dan dinilai shahih oleh Syua’ib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, 3/171).

Penulis: Farhan Fauzan S

Referensi:

rumasyho.com

konsultasisyariah.com

uinsgd.ac.id

library.umy.ac.id

Tinggalkan komentar