Seiring perkembangan tren teknologi informasi dan digitalisasi saat ini, banyak usaha telah beralih ke ranah online meskipun usaha offline tetap berlanjut. Usaha online menjadi tren terkini dan terus berkembang pesat karena semakin banyak pengguna smartphone dan koneksi internet yang lancar.
Bisa dikatakan, internet memiliki peranan yang sangat penting bagi sebagian besar orang di dunia saat ini, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan teknologi informasi dan online sepanjang hari. Generasi ini sering disebut sebagai Generasi Y (milenial), dan generasi Z.
Bayangkan, di dunia yang penduduknya sekitar 7 milyar, jika 40% dari mereka menggunakan smartphone dan media sosial secara aktif, itu artinya sekitar 2,8 milyar orang yang bisa jadi pelanggan potensial untuk berjualan online di seluruh dunia.
Tidak perlu pergi jauh-jauh, Indonesia dengan 250 juta penduduk adalah tempat yang bagus untuk usaha online shop. Menurut data BKBN tahun 2014, sekitar 61,12% penduduk usia produktif di Indonesia (15-65 tahun). Jika kita fokus pada usia muda (15-45 tahun), itu sekitar 40%. Ini berarti sekitar 100 juta orang adalah target pasar untuk berjualan online.
Jumlah tersebut memang merupakan perkiraan kasar, tapi setidaknya memberikan kita gambaran bahwa pangsa pasar usaha online sangat menjanjikan. Usaha online dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia hanya dengan menggunakan jaringan internet.
Bukti, sekarang banyak pengusaha muda yang sukses bahkan menjadi miliarder dengan memanfaatkan keahliannya dalam teknologi seperti membangun startup, termasuk dengan hadirnya marketplace untuk usaha online shop yang sangat membantu dalam berjualan secara daring.
Berdasarkan pengalaman jualan online sejak tahun 2012, setidaknya ada 20 tips sukses dalam memulai usaha online shop untuk pemula, diantaranya:
1. Niat, Tekad dan Passion
Bisnis atau usaha mengandung makna aktivitas yang menyediakan produk yang diinginkan oleh konsumen, yang juga mengandung unsur berguna bagi diri sendiri dan orang lain (Sumber: Buku Meraih Surga Dengan Bisnis. Hal. 1.2013)
Niat kita saat memulai usaha sangat penting. Ada berbagai macam niat, seperti niat beribadah, mencari nafkah, dan mencapai kebebasan finansial. Juga untuk masa depan yang lebih baik, membuka lapangan pekerjaan, dan membantu orang tua. Dengan niat yang baik, semoga usaha kita mendapat berkah dari Allah.
Niat saja tidak cukup, dibutuhkan tindakan pasti dengan tekad kuat untuk menjalankannya. Dan menghilangkan pikiran untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan bahwa setiap usaha memiliki untung dan rugi. Prosesnya tidak secepat membalik telapak tangan, dibutuhkan waktu untuk mencapai sesuatu yang besar.
Banyak pengusaha sukses yang bisa dicontoh untuk melihat proses mereka dalam meraih kesuksesan. Salah satunya adalah Elon Musk, CEO Tesla yang juga memimpin perusahaan aerospace dan pengembangan panel surya. Ia bekerja 18 jam sehari selama lebih dari 15 tahun.
Jangan lupakan Passion (Kecintaan atau minat yang kuat). Hal ini bisa memberi kekuatan saat kita berusaha. Banyak pengusaha sukses karena minat yang kuat. Passion membuat mereka menikmati pekerjaan, meski sulit dan berliku. Richard ST. John menjelaskan hal ini dalam bukunya yang berjudul 8 Sifat Untuk Sukses. Hal ini juga menjadi dasar Steve Jobs dalam menjalankan usahanya saat diwawancarai oleh Richard.
Jalan satu-satunya untuk benar-benar merasa puas adalah melakukan apa yang Anda yakini sebagai karya besar. Dan, satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda kerajakan.
Steve Jobs
Maka dari itu, mulailah dengan niat dan tekad kuat untuk berusaha dan siap menghadapi segala jenis resiko, termasuk pengorbanan waktu, pikiran, dan uang. Tetapkan passion agar selalu semangat dalam melakukan pekerjaan kita.
2. Menentukan Target Pasar
Dalam menjalankan strategi pemasaran, menentukan target pasar adalah hal utama dalam menjual produk. Tanpa pemahaman yang jelas tentang siapa yang menjadi target pasar, upaya pemasaran akan sulit untuk berhasil. Target pasar dapat kita tentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti demografis, geografis, psikografis, dan perilaku.
Pertama, dalam segi demografis, kita bisa mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan. Misalnya, jika produk yang ditawarkan cocok untuk anak muda, maka kita akan membidik pemasaran kepada mereka yang berusia antara 18-30 tahun.
Kedua, dalam hal geografis, kita bisa mempertimbangkan lokasi atau wilayah tempat tinggal target pasar potensial. Misalnya, jika produk tertentu lebih cocok untuk daerah perkotaan daripada pedesaan, maka strategi pemasaran dapat disesuaikan berdasarkan informasi ini.
Kemudian, dalam psikografis, kita perlu mempertimbangkan gaya hidup, nilai-nilai, minat, dan kepribadian dari calon konsumen. Informasi ini akan membantu dalam menentukan bagaimana produk akan diposisikan di pasar dan bagaimana pesan pemasaran akan disampaikan.
Terakhir, dalam mempertimbangkan perilaku, kita perlu memahami kebiasaan konsumen, pola pembelian, preferensi merek, dan respons terhadap produk atau layanan serupa. Dengan pemahaman yang dalam terhadap perilaku konsumen, kita dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Berikut adalah contoh target pasar berdasarkan demografis, geografis, psikografis dan perilaku:
- Demografis:
- Usia: Kelompok usia 25-40 tahun yang aktif secara finansial dan tertarik pada gaya hidup sehat.
- Jenis kelamin: Pria dan wanita yang mencari produk yang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
- Geografis:
- Lokasi perkotaan: Wilayah perkotaan yang padat penduduk, dengan aksesibilitas terhadap pusat perbelanjaan dan gaya hidup sehat.
- Psikografis:
- Minat: Individu yang peduli dengan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan pribadi.
- Nilai: Masyarakat yang menghargai kualitas produk dan pelayanan, serta memiliki kesadaran akan pola konsumsi mereka.
- Perilaku:
- Kebiasaan belanja: Konsumen yang aktif mencari produk baru dan senang berbelanja secara online untuk kemudahan dan kenyamanan.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, kita bisa mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terfokus dan efektif untuk mencapai kesuksesan dalam memasarkan produk kepada target pasar yang tepat.
3. Menentukan Produk
Banyak cara untuk memasarkan produk, tetapi ada dua jenis produk yang bisa kita jual yakni produk sendiri dan produk orang lain. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Produk Sendiri/Merk Sendiri
Tatkala kita menjual produk sendiri, proses kreatif lebih dominan. Ini dimulai dari menentukan jenis produk, produksi, hingga pemasaran.
Keuntungannya, jika menjual produk sendiri, adalah bahwa kita akan menjadi pemilik usaha sendiri yang akan dikenal oleh masyarakat di kemudian hari. Namun, tantangannya adalah kita perlu memiliki modal yang dikelola dengan baik, meskipun tidak berarti modalnya harus besar.
Modal usaha yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan jumlah produksi yang pastinya menambah omzet penjualan. Melakukan pekerjaan sendiri bisa melelahkan, namun juga menantang dan memberikan pengalaman berharga saat proses kreatif dilaksanakan.
Produk Orang lain
Saat kita jual produk orang lain, kita bisa disebut reseller atau dropshipper. Model usaha ini banyak di Indonesia dan dunia. Misalnya, supermarket jual produk dari berbagai merek.
Menjadi reseller dan dropshipper semakin mudah sekarang karena barang sudah siap dan modal lebih hemat. Namun, affiliate marketing semakin diminati karena lebih mudah dan relevan pada saat ini serta tanpa modal. Begitupun dengan JasTip yang sangat populer di kalangan perempuan.
Namun, ketika kita menjual produk orang lain, kita tidak punya merek sendiri kecuali nanti kedepannya kita mengembangkan produk sendiri. Selain itu, stok barang bisa habis karena reseller lain sudah memesan lebih dulu.
4. Pengadaan Modal
Banyak cara untuk mendapatkan modal untuk bisnis, seperti menggunakan uang pribadi atau tabungan, meminta bantuan orangtua, sahabat, bank syariah, atau investor.
Namun, lebih baik memulai bisnis dengan menggunakan uang tabungan daripada meminjam uang dari pihak lain apalagi dengan bunga yang dalam syariat Islam termasuk riba.
Menggunakan modal sendiri pun akan membantu kita belajar untuk mengelola uang dengan baik. Meskipun prosesnya lebih lambat, tapi lebih aman. Jika Anda membutuhkan modal tambahan, Anda bisa meminjam uang dari orang tua, tapi pastikan untuk mengembalikannya, misalnya dengan cara mencicil setiap bulan dari penghasilan yang Anda dapatkan.
Selain modal yang sudah disebutkan, yang paling menarik untuk berjualan adalah tanpa modal. Para pengusaha sukses mengatakan bahwa bisnis bisa dilakukan tanpa modal. Salah satu caranya adalah dengan berjualan online sebagai affiliate marketing atau bekerja sama dengan vendor dalam pengadaan produk yang bisa dicicil setiap bulan dari penghasilan penjualan produk.
5. Analisis Harga Pasar
Dalam menjual produk, kita pasti akan bersaing dengan produk sejenis. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis harga barang, membandingkannya, dan kemudian menentukan harga yang tepat. Hal ini agar kita tidak merugi karena menetapkan harga terlalu rendah atau terlalu tinggi dibandingkan dengan pesaing. Namun, yang terpenting adalah memastikan modal produksi dan kualitas barang.
Sangat penting untuk membuat daftar harga produk pesaing untuk menentukan harga yang sesuai dengan harga produksi dan pemasaran.
Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat membantu Anda menentukan harga jual produk dengan tepat:
- Hitung Biaya Produksi: Langkah pertama dalam menentukan harga jual produk adalah dengan menghitung semua biaya produksi. Ini mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, dan biaya lainnya yang terkait dengan produksi produk tersebut.
- Penelitian Pasar: Lakukan riset pasar untuk mengetahui harga produk serupa di pasaran. Hal ini akan memberikan wawasan tentang harga yang bersaing dan memungkinkan Anda untuk menentukan harga yang kompetitif.
- Tentukan Margin Keuntungan: Setelah menghitung biaya produksi dan mempelajari pasar, tentukan margin keuntungan yang diinginkan. Margin keuntungan ini harus cukup untuk menutup biaya operasional dan memberikan keuntungan yang wajar.
- Pertimbangkan Nilai Tambah: Jika produk Anda memiliki nilai tambah atau keunggulan tertentu dibandingkan produk sejenis, pertimbangkan untuk menambahkan nilai tersebut ke dalam harga jual produk.
- Uji Coba dan Evaluasi: Setelah menentukan harga awal, uji reaksi pasar dengan harga tersebut dan evaluasi apakah harga tersebut memberikan keuntungan yang diinginkan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menentukan harga jual produk yang cukup kompetitif sambil tetap memperoleh keuntungan yang memadai. Semoga berhasil menentukan harga jual produk Anda!
6. Buat email, rekening bank, dan nomor kontak khusus bisnis.
Salah satu cara terbaik untuk mengelola pesanan dan keuangan adalah dengan memisahkan akun pribadi dan bisnis. Buatlah email khusus untuk bisnis yang tidak perlu berbayar, cukup yang gratis. Gunakan rekening bank terpisah untuk keuangan bisnis, dan pastikan nomor kontak bisnisnya berbeda.
Email sangat penting untuk mendaftar di marketplace dan jejaring sosial. Lebih baik menggunakan email Gmail karena ini akan membantu saat terhubung dengan Google Ads, Analytics, dan Google Drive untuk mengelola data penjualan dan pemasaran.
7. Pilih Marketplace dan Sosial Media dan Jasa Pengiriman yang Tepat
Namanya usaha online berarti menjualnya lewat beragam platform online. Mulai dari marketplace yang cocok untuk produknya, media sosial yang sesuai dengan brand, dan aplikasi chat seperti WhatsApp untuk layanan pelanggan dan menerima pesanan.
Mengenai marketplace, ada 7 pilihan yang sangat direkomendasikan. Tidak diharuskan berjualan di semua marketplace, 2-5 marketplace lebih baik.
- Shopee
- Tokopedia
- Lazada
- TikTok Shop
- Zalora
- Blibli
- Bukalapak
Penjelasan lengkap tentang ketujuh marketplace tersebut dapat ditemukan di artikel “7 Marketplace Untuk Usaha Online Shop Terlaris Paling Direkomendasikan.”
Untuk sosial media, yang paling baik digunakan saat ini adalah Instagram dan TikTok. Facebook sangat penting untuk mengintegrasikan akun bisnis Instagram. Sementara itu, penggunaan YouTube bersifat opsional.
Pilihlah jasa pengiriman yang tepat sesuai dengan lokasi jasa pengiriman terdekat. Ada beberapa pilihan jasa pengiriman utama di Indonesia modern ini seperti JNE, SiCepat, Shopee Xpress, J&T dan AnterAja. Informasi lebih lengkap mengenai jasa pengiriman dapat dilihat di artikel “10+ Jasa Pengiriman Terpopuler di Indonesia.”
8. Do It Now! dan Fokus
Setelah mengetahui prosesnya, langkah paling penting adalah melakukannya sekarang juga. Karena pembelajaran dan pengalaman sesungguhnya terjadi saat kita sudah melakukannya. Berbagai masalah dan tantangan akan membuat kita lebih kreatif dan kuat.
Fokus sering jadi masalah untuk banyak orang. Manusia tidak bisa fokus pada banyak hal sekaligus. Ada pepatah sunda yang bilang “ulah ngarawu ku siku” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “jangan meraup dengan sikut”, yang maksudnya jangan serakah karena kita tidak akan mampu mengerjakan semuanya. Jadi fokus pada satu hal saja, misalnya Bill Gates yang fokus pada Software Microsoft, dan jadi orang terkaya di dunia setiap tahunnya.
9. Buat Konten Foto, Video, Deskripsi Produk yang Profesional dan Jelas
Untuk menjual produk di marketplace, kita perlu mengunggah foto produk, memberikan deskripsi lengkap produk, dan video produk bila diperlukan.
Foto produk haruslah menarik, jelas, dan detail karena persaingan di online shop semakin ketat. Konten yang menarik menjadi kunci untuk mendatangkan pembeli.
Saat ini banyak fotografer yang bisa memotret produk dengan harga terjangkau, baik menggunakan model lokal maupun asing.
Ikuti pedoman foto produk di marketplace. Pastikan ukurannya 1:1 dan latar belakangnya putih atau abu-abu muda agar produk terlihat jelas. Gunakan model atau flatlay untuk produk fashion.
Deskripsi produk harus jelas dan detail. Harus mencakup jenis bahan, warna, size chart, fungsi, dan fitur. Jika produk yang dijual adalah fashion, informasikan juga ukuran pakaian yang dipakai model.
10. Gunakan Ads Sesuai Budget
Ads atau iklan sangat penting sekarang. Tidak cukup hanya mengupload produk di instagram atau marketplace, tapi juga perlu ads untuk mendapatkan perhatian dan penjualan.
Di setiap marketplace, ada beberapa fitur iklan yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan budget. Hal yang sama berlaku untuk iklan di media sosial, yang dapat dimanfaatkan secara efektif tanpa harus menghabiskan banyak uang.
Pada Shopee, iklan pencarian dan sejenisnya memiliki dampak besar pada jumlah pengunjung dan penjualan. Di Tokopedia, Anda dapat menggunakan TopAds untuk mengiklankan toko dan produk. Jangan lupa gunakan CPAS Shopee yang memiliki dampak besar pada penjualan.
Gunakan fitur affiliate marketing untuk memungkinkan influencer atau publisher memasarkan produk kita dan meningkatkan penjualan. Mereka akan menerima komisi yang bisa kita sesuaikan.
11. Manfaatkan Fitur Marketing Marketplace
Shopee memberikan kesempatan kepada penjual untuk meningkatkan penjualan dengan berbagai promo, seperti diskon toko, voucher pembelian baru, voucher follower, dan voucher live shopping dan lainnya. Begitupun dengan Tokopedia dan marketplace lainnya menawarkan fitur promo yang tidak kalah menarik.
Selain promosi, ada penawaran untuk mendapatkan badge seperti Star Seller dan Mall Seller di Shopee, atau menjadi penjual Pro hingga Official Store di Tokopedia. Ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen meskipun kita perlu membayar komisi lebih tinggi.
12. Kelola Media Sosial dengan Konsisten
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan, kita tidak hanya perlu menggunakan marketplace, tetapi juga perlu membuat konten di media sosial seperti Instagram, TikTok, atau Youtube.
Konten kreatif, menarik, dan sesuai dengan brand bisa membuat pengikut terkesan. Ini sangat berguna ketika kita menggunakan iklan untuk menawarkan produk kepada mereka saat sedang menikmati konten.
Secara rutin, jika punya uang lebih, bisa bekerja sama dengan influencer yang sesuai dengan anggaran, baik itu influencer nano, mikro, makro, maupun besar. Pastikan mereka mengerti merek kita dan punya standar konten yang sama. Tidak perlu mencari influencer yang punya banyak pengikut, karena belum tentu efektif.
Jangan lupa di Instagram buat Link In Bio untuk memberikan pilihan channel order di marketplace yang mereka sukai. Hal ini juga memudahkan konsumen dalam membeli produk yang kita tampilkan sebagai konten Instagram.
13. Gunakan Fitur Live Shopping
Saat ini, live shopping sedang populer dalam jual beli online. Banyak brand sukses karena live shopping di Shopee dan TikTok Shop.
Namun apakah semua merek bisa melakukannya? Belum tentu, tergantung pada budaya merek, target pasar, sumber daya, dan keuangan mereka.
Akan tetapi, live shopping memengaruhi penjualan. Beberapa brand bahkan melakukan live shopping 24 jam dengan host bergantian setiap 2-4 jam.
Bagaimana dengan kita yang tidak bisa melakukannya, tipsnya adalah minimal dalam satu minggu live 5-7 kali dengan durasi 1-4 jam. Meski tidak 24 jam, tetap berpengaruh pada penjualan dan minat konsumen pada merek tersebut. Tentukan juga waktu paling pas buat live.
Cara melakukan live shopping dan menghadirkan penawaran promo berbeda-beda bergantung pada target pasar dan jenis produk yang ditawarkan, apakah fokus pada kualitas atau harga. Tujuannya bisa saja menjual banyak dengan keuntungan kecil atau menjual sedikit namun dengan keuntungan besar.
14. Lakukan Catatan Penjualan
Mencatat penjualan sangat penting. Dari situ kita bisa menganalisis penjualan, pemasaran, efektivitas pasar, biaya produksi, stok dan keuntungan. Catatannya bisa menggunakan Microsoft Office Excel atau Word, tapi lebih disarankan menggunakan Excel dan Spreadsheet.
Bisa juga memakai aplikasi atau software khusus, tapi biayanya lebih mahal dan mungkin tidak efektif untuk beberapa brand.
Saya menyarankan menggunakan Google Drive dan Spreadsheet. Data akan aman disimpan dan dapat dibagikan serta diedit oleh beberapa orang dari komputer yang berbeda secara online dan realtime.
15. Update Stok Setiap Hari
Mengelola dan memperbarui stok produk setiap hari sangat penting. Ketersediaan stok memengaruhi penjualan dan keputusan produksi barang. Karena itu, menjadi kunci untuk terus memantau dan mengelola stok dengan cermat guna memastikan kelancaran operasi bisnis.
Dengan menjaga stok yang optimal, Anda dapat meminimalkan risiko kehabisan produk yang dapat mengurangi kepuasan pelanggan serta potensi pendapatan. Selain itu, pembaruan stok yang rutin juga membantu Anda untuk lebih responsif terhadap perubahan permintaan pasar dan tren penjualan, sehingga Anda dapat mengatur produksi dengan lebih efisien dan mengoptimalkan strategi pemasaran. Jangan remehkan peran manajemen stok dalam kesuksesan bisnis Anda!
Jika punya uang ekstra, disarankan menggunakan platform omnichannel seperti Ginee atau Desty. Dengan platform ini, stok akan otomatis terupdate di semua marketplace setelah produk terjual.
16. Buat Laporan Keuangan
Laporan keuangan memainkan peran penting dalam memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
Salah satu manfaat utama dari laporan keuangan adalah sebagai alat yang memberikan gambaran yang jelas tentang kesehatan finansial suatu entitas usaha. Dengan informasi yang terdokumentasi dengan baik dalam laporan keuangan, para pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, dan pihak berkepentingan lainnya dapat membuat keputusan yang lebih informatif dan cerdas.
Selain itu, laporan keuangan juga membantu manajer perusahaan dalam melakukan analisis kinerja keuangan serta perencanaan untuk masa depan. Dengan demikian, laporan keuangan memberikan landasan yang kuat bagi pengambilan keputusan yang tepat guna untuk mencapai tujuan keuangan dan strategis perusahaan.
Ada beberapa jenis laporan keuangan yang umum, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.
- Laporan laba rugi, juga dikenal sebagai laporan rugi laba, berisi informasi tentang pendapatan perusahaan dan semua biaya dan pengeluaran yang terkait.
- Neraca menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada titik waktu tertentu.
- Sementara itu, laporan arus kas mengungkapkan masuk dan keluarnya kas selama periode waktu tertentu.
17. Pastikan Pelayanan Terbaik

Penilaian konsumen terhadap pembelian produk tidak hanya bergantung pada kualitas dan harga, tetapi juga pada pelayanan yang cepat dan solutif dari penjual.
Perhatikan juga penilaian konsumen di marketplace. Balas ulasan dan catat minimal seminggu sekali mengapa mereka memberikan nilai sempurna alias 5 bintang, 4 bintang hingga 1 bintang alias sangat buruk.
Hal itu dilakukan untuk memeriksa dan mengerti bagaimana pelanggan merespons dan apa yang mereka butuhkan dari produk dan merek.
Jangan lupakan pentingnya kemasan bagus yang sesuai dengan budget, tetapi tetap membuat paket aman dan rapi saat diterima pembeli.
18. Perlukah Website?
Untuk memulai memiliki website, tidak terlalu penting. Cukup gunakan akun media sosial dan marketplace.
Namun, ketika bisnis sudah berjalan lancar sekitar dua atau tiga tahun kemudian, memiliki sebuah situs website perusahaan menjadi penting sebagai identitas perusahaan. Orang-orang akan lebih percaya kepada bisnis kita ketika memiliki situs website sendiri, terutama jika kita adalah pemilik usaha dengan produk dan merek sendiri.
Untuk membuat website berjualan online, pilihan platformnya adalah WordPress, Shopify, atau Plugo. WordPress dan Shopify memiliki banyak desain keren, namun biayanya tidak murah. Alternatifnya, kita dapat memilih Plugo untuk solusi yang lebih mudah dan sederhana.
Salah satu hal penting dari website brand adalah menunjukkan kesan profesional dan memberikan kepercayaan kepada konsumen, terutama dalam kasus bulk order (order dalam jumlah besar) atau corporate order.
19. Belajar dan Analisis Data
Belajar sangat penting untuk mengembangkan usaha online shop. Belajar bisnis bisa dari buku ataupun video dan podcast, bahkan dari pebisnis lain. Analisa data juga krusial untuk pengambilan keputusan strategis. Di masa-masa sulit seperti pandemi, belajar dan menganalisa dari segi marketing, keuangan, produksi, sumber daya manusia, dan kerjasama vendor sangatlah vital.
20. Bergaul dan Bekerjasama dengan Pengusaha Online Lainnya
Sebagai manusia yang hidup berkelompok, kita perlu saling mengenal dan bekerja sama, termasuk dalam kegiatan usaha online shop. Berdiskusi dan mendukung sesama pengusaha online adalah hal yang wajar.
Mungkin ada yang tidak suka bergaul, tapi kadang kita perlu melakukannya meski tidak sebanyak orang yang suka bergaul. Ini membantu kita melihat dan menilai bisnis kita lebih bijak dari pandangan pengusaha online shop lainnya melalui saran dan kritik yang diberikan.
Selain 20 tips sukses usaha online shop di atas, masih banyak tips lainnya yang bisa diperhatikan agar jualan online semakin meningkat. Faktor internal dan rezeki masing-masing juga berpengaruh besar. Belajarlah untuk sabar dan bersyukur dalam bisnis supaya lebih berkah.
Penulis: Abdurrahim

Tinggalkan komentar