Melemahnya rupiah terhadap dolar bagi sebagian orang mungkin tidak begitu terasa. Tapi jika melemahnya rupiah berlangsung secara terus menerus, maka secara perlahan-lahan masyarakat luas akan merasakan dampaknya. Nilai rupiah yang berubah-ubah tidak stabil atau malah menunjukkan kecenderungan terus melemah, akan sangat mempengaruhi ekonomi makro Indonesia.
Indonesia belum lepas dari yang namanya utang luar negeri, baik oleh pemerintah sendiri, maupun oleh pihak swasta. Jika terjadi peningkatan permintaan mata uang asing sebagai alat pembayaran internasional, sudah dipastikan rupiah menurun nilainya. Tidak hanya berdampak bagi para pelaku usaha, tapi juga berdampak terhadap kenaikan harga-harga sembako yang masih tergantung pada produk impor.
Salah satu cara bagi masyarakat umum untuk dapat bertahan di masa krisis adalah berhemat. Berhemat tidak hanya bermanfaat untuk menjadi tabungan untuk berjaga-jaga di masa depan, tapi juga untuk memenuhi keinginan akan suatu hal seperti berlibur atau membeli barang.
Awalnya mungkin tidak mudah, tapi bisa dicoba dengan cara nyata yang dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.
Berikut adalah 10 cara mudah untuk menghemat uang di masa krisis.
1. Membawa bekal makan siang.
Jika biasanya kita makan siang di warung makan yang ada di lingkungan kerja, untuk lebih berhemat kita dapat membawa bekal makan siang dari rumah. Makan siang di warung makan dapat menghabiskan uang sekitar 10 ribu hingga 15 ribu rupiah. Membawa bekal dari rumah dapat memangkas pengeluaran tersebut sebanyak 50%. Bayangkan jika dijumlahkan dalam setahun, kita dapat berhemat sekitar 1.260.000 – 1.890.000 rupiah.
2. Mengganti kopi mahal dengan kopi hitam biasa.
Ada sebuah kebiasaan bagi para pekerja atau pecinta kopi untuk minum-minum sambil ngobrol di kafe. Tentu yang dipesan bukan hanya kopi hitam biasa, tapi ragam kopi yang lain seperti cappuccino atau latte yang harganya lebih mahal daripada secangkir kopi hitam biasa. Agar dapat lebih berhemat dan tetap merasakan aroma kopi yang khas, tidak ada salahnya untuk mengganti cappuccino atau latte dengan kopi hitam biasa yang lebih murah. Kita dapat berhemat pengeluaran sekitar 25% – 50%.
3. Membuat daftar belanjaan.
Belanja kebutuhan bulanan sebaiknya membuat catatan apa yang akan dibeli terlebih dahulu. Orang-orang yang membuat daftar belanjaan terlebih dahulu terbukti menghabiskan uang lebih sedikit daripada orang-orang yang tidak membuat daftar belanjaan ketika berbelanja.
Pentingnya membuat daftar belanjaan sebelum berbelanja tidak bisa diabaikan. Dengan memiliki daftar belanjaan yang terperinci, seseorang dapat lebih terarah dalam pengeluaran dan menghindari pemborosan. Selain itu, hal ini juga membantu untuk mengingat barang-barang apa saja yang diperlukan sehingga tidak ada yang terlewat. Dengan begitu, orang dapat memastikan bahwa kebutuhan pokok dan prioritas utama terpenuhi, sementara tetap mengendalikan pengeluaran secara efektif.
4. Membeli barang secara online.
Berbelanja secara online dapat menghemat tidak hanya uang, tapi juga waktu dan tenaga. Ketika Anda berbelanja online, Anda dapat dengan mudah membandingkan harga dari satu toko online ke toko online lainnya tanpa perlu keluar rumah. Pastikan untuk memeriksa ulasan dari para pembeli sebelumnya agar Anda dapat membuat keputusan yang lebih informaif.
Selain itu, berbelanja online juga memberikan Anda akses ke berbagai penawaran diskon dan promosi yang mungkin tidak Anda temukan di toko fisik. Dengan memanfaatkan berbagai platform belanja online, Anda dapat memastikan bahwa Anda mendapatkan barang dengan harga terbaik dan ongkos kirim yang terjangkau. Jadi, jangan malas untuk membandingkan harga dan menelaah ulasan sebelum Anda melakukan pembelian online. Semoga pengalaman berbelanja online Anda menjadi lebih menyenangkan dan efisien!
5. Meminta dokter untuk memberi resep obat generik.
Obat generik dan obat merek yang berbeda hanyalah merek saja. Khasiat dan mutu kedua jenis obat tersebut sama. Harga obat generik bisa lebih murah sekitar 15-20 ribu rupiah per 10 butir daripada obat merek. Bisa dibayangkan berapa rupiah yang bisa kita hemat dalam setahun.
6. Mencari hiburan gratis atau murah di lingkungan sekitar.
Media massa lokal dan internet dapat menjadi alat untuk mencari informasi mengenai hiburan yang tidak mahal. Menonton film terbaru di bioskop dapat memanfaatkan harga tiket nomat di hari-hari biasa yang tidak terjepit hari libur. Dengan tiket nomat kita bisa menghemat sekitar 25% dari harga tiket akhir pekan/hari libur. Atau bagi yang tinggal di Bandung, bisa memanfaatkan taman-taman tematik seperti Taman Film, Taman Jomblo, atau berkunjung ke museum-museum.
7. Meminjam buku daripada membeli.
Perpustakaan daerah atau kota merupakan tempat yang sangat berharga untuk menemukan hiburan gratis dalam bentuk buku maupun majalah. Menghabiskan waktu dengan membaca di perpustakaan bukan hanya membawa manfaat pribadi, tetapi juga turut mendukung keberlangsungan budaya literasi di masyarakat. Dengan membaca di perpustakaan daerah, kita turut serta dalam upaya memasyarakatkan kegiatan membaca, yang tentunya akan membawa dampak positif dalam meningkatkan minat baca di lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, membaca di perpustakaan juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang menghibur dan bermanfaat. Beragam buku dan majalah yang tersedia menawarkan wawasan baru, cerita-cerita menarik, serta informasi-informasi yang mungkin tidak akan kita temui di tempat lain. Selain itu, ada juga kepuasan tersendiri dalam mencari dan membaca buku di perpustakaan, yang mungkin tidak dapat kita rasakan ketika membaca di tempat lain.
Di samping aspek pengembangan diri, kegiatan membaca di perpustakaan juga memberikan manfaat finansial dengan menghemat pengeluaran pribadi. Dibandingkan membeli buku atau majalah baru, memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sumber bacaan dapat membantu mengurangi pengeluaran untuk hiburan. Dengan begitu, kita dapat menikmati beragam judul tanpa perlu membelinya sendiri.
Dengan adanya beragam manfaat yang bisa diperoleh, tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan perpustakaan daerah atau kota sebagai salah satu sarana mencari hiburan, pengetahuan, dan juga sebagai upaya penghematan pengeluaran pribadi. Mari tingkatkan budaya membaca dan manfaatkan keberadaan perpustakaan untuk kebaikan diri dan masyarakat sekitar.
8. Berkomunikasi lewat email atau media sosial daripada langsung menelepon.
Kini beberapa provider telepon seluler di Indonesia sudah menyediakan fasilitas internet murah berdasarkan kuota, walau ada yang masih berdasarkan bonus di jam-jam tertentu. Tentunya kita harus pintar-pintar memilih paket yang menguntungkan dan murah. Komunikasi tidak hanya dilakukan lewat telepon, tetapi juga melalui e-mail, messenger, atau media sosial. Jika dibandingkan dengan menelepon, tentu berkomunikasi lewat e-mail, messenger, atau media sosial tersebut terhitung lebih murah.
9. Memilih berjalan kaki daripada naik ojek atau angkot.
Orang-orang di Jepang terbiasa dengan berjalan kaki selain disebabkan biaya transportasi dan parkir yang cukup mahal, tetapi juga karena berjalan kaki merupakan salah satu keterampilan ‘survival’ yang diajarkan pada anak-anak Jepang sejak kecil. Rata-rata orang Jepang menghabiskan waktu 1 jam untuk berjalan kaki dalam sehari. Kebiasaan orang Jepang ini dapat kita tiru tidak hanya untuk kebugaran dan kesehatan tubuh, tetapi juga untuk lebih berhemat. Kita dapat menghemat sekitar lima ribu rupiah sehari yang jika dikumpulkan dalam setahun bisa mencapai lebih dari 1.260.000 rupiah. Lumayan, kan?
10. Mencatat pengeluaran setiap hari.
Hal ini berguna untuk mengontrol pengeluaran kita setiap hari. Beberapa orang tidak sadar berapa jumlah uang yang telah ia keluarkan setiap harinya karena tidak membuat catatan pengeluaran. Catatan pengeluaran juga dapat membuat kita menghindari pembelian barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
Selain itu, dengan mencatat pengeluaran secara teratur, kita dapat melacak pola belanja kita dan mengidentifikasi area di mana kita bisa menghemat lebih banyak uang. Mengetahui dengan tepat ke mana uang kita mengalir juga dapat membantu kita merencanakan keuangan masa depan dengan lebih baik. Dengan demikian, kegiatan mencatat pengeluaran ini bukan hanya sekadar tugas, melainkan investasi untuk mengelola keuangan pribadi dengan lebih bijak.
Selain menghemat, yang paling penting adalah tidak membeli barang jika tidak bisa membayar penuh, alias berutang. Berutang untuk hal-hal konsumtif dapat merugikan keuangan kita.
Tak hanya itu, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan juga merupakan hal yang krusial dalam mengelola keuangan dengan bijak. Dengan memprioritaskan kebutuhan, kita dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu, sehingga mampu mengalokasikan dana secara lebih efisien.
Sebenarnya masih ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghemat pengeluaran kita. Yang jelas dibutuhkan tekad yang kuat agar dapat konsisten melakukannya. Selamat berhemat!

Tinggalkan komentar