Setiap suku dan bangsa memiliki perhitungan waktu dan kalender tersendiri, berdasarkan pergerakan benda angkasa, iklim, atau momen peristiwa khusus. Umat Islam juga memiliki perhitungan kalender sendiri yang disebut kalender Hijriah.

Kalender Hijriah, juga dikenal sebagai kalender Islam, adalah kalender lunar untuk menentukan hari dan acara suci umat Islam. Hal ini didasarkan pada siklus bulan. Setiap bulan diawali dengan penampakan pertama bulan sabit baru yang muncul setelah fase bulan baru.

Karena penampakan tersebut, baik penanggalan Islam maupun penanggalan lunar terdiri dari dua belas bulan yang terdiri dari 29 atau 30 hari.

Kaitan antara kalender Hijriah dan kalender lunar merupakan aspek penting dalam keimanan Islam dan mempunyai implikasi signifikan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kalender Hijriah, yang digunakan oleh umat Islam, dianggap banyak pakar dimulai dari awal masa hijrah Nabi dan para sahabat dari Makkah ke Yatsrib, yang sekarang dikenal sebagai Kota Madinah.

Walau identik dengan kata hijrah namun nyatanya nama dan penyusunan bulan yang ada di dalam kalender Hijriah merupakan perumusan bangsa arab yang telah ada sebelum agama islam dibawa oleh nabi muhammad SAW.

Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah adalah warisan dari kakek moyang Nabi Muhammad, Kilab bin Murrah. Mereka menciptakan sistem penanggalan ini untuk menyatukan bangsa Arab. Meskipun masih terkait dengan peristiwa besar, seperti tahun Ka’bah hampir dihancurkan oleh Abrahah dengan pasukan gajah, yang juga dikenal sebagai Aamul Fiil – tahun gajah, yang bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bagi setiap muslim, penting untuk memahami nama-nama dalam kalender Hijriah dengan sepenuh keyakinan, sebagaimana seorang anak yang memahami dan menguasai bahasa ibunya. Tidak ada larangan untuk menggunakan kalender selain kalender Hijriah, seperti kalender Masehi, namun setiap muslim sebaiknya juga mengerti penanggalan Hijriah, bahkan menjadikannya prioritas dalam menghitung waktu karena kaitannya dengan syariat ibadah yang ditentukan berdasarkan kalender Hijriah.

Ilustrasi nama bulan dan maknanya (https://www.charityright.org.uk)
  1. Muharram (محرم)
    Muharram berarti yang dilarang. Disebut Muharram karena pada bulan ini seluruh bangsa Arab dilarang untuk berperang, apapun alasannya. Tidak boleh ada pertumpahan darah pada bulan Muharram. Hukum ini terus dijaga dan aturan ini senantiasa dihormati oleh segenap bangsa arab.
  2. Shafar (صفر)
    Shafar bermakna Shifrun yang arti terjemahnya adalah kosong. Bulan ini disebut Shafar disebabkan bangsa arab rutin melakukan kegiatan perdagangan, perniagaan atau peperangan pada bulan ini.
  3. Rabi’ul Awwal (ربىع الأول)
    Kata Rabi’ berarti musim semi. Rabi’ al awal mengacu pada sebuah siklus alam musim semi yang pertama.
  4. Rabi’ul Akhir (ربىع الأخر)
    Selain disebut Rabi’ al akhir, ada juga yang menyebutnya Tsani. Tsani artinya dua. Maka Rabi’ Atsani dimaknai musim semi yang kedua.
  5. Jumadil Awwal (جمادى الأول)
    Jamid yang berarti beku atau keras. Bangsa arab menyebut bulan ini dengan jumad disebabkan iklim yang terjadi pada bulan ini memiliki suhu yang panas sehingga dapat terjadi kekeringan.
  6. Jumadil Akhir (جمادى الأخر)
    Jumadil Akhir bisa disebut juga Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini mengikuti bulan sebelumnya.
  7. Rajab (رجب)
    Dinamakan Rajab karena salah satu maknanya dalam bahasa Arab adalah sesuatu yang mulia. Maksudnya bangsa Arab memuliakan dirinya dan orang lain dengan tidak berkonflik atau bahkan berperang. Saling memuliakan dengan menjaga haknya untuk tidak saling membunuh. Ada juga yang mengatakan Rajab berarti melepaskan mata pisau dari tombak sebagai simbol gencatan senjata.
  8. Sya’ban (شعبان)
    Asal kata bulan ini dari syi’b yang berarti kelompok. Disebut Sya’ban karena saat memasuki bulan ini, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing. Ini dilakukan untuk menyiapkan perang setelah bulan sebelumnya mereka tidak berperang.
  9. Ramadhan (رمضان)
    Ramadhan berasal dari kata Ramadh yang berarti panas yang menyengat atau membakar. Dinamakan Ramadhan karena memang matahari pada bulan ini jauh lebih menyengat dibandingkan dengan bulan-bulan lain pada umumnya.
  10. Syawwal (شوال)
    Bangsa Arab mengenal jenis burung an-Nauq yang biasanya akan hamil pada bulan ini. Mereka akan mengangkat sayap dan ekornya sehingga terlihat kurus badan burung tersebut. Mengangkat sayap atau ekor disebut Syaala yang merupakan asal kata nama bulan ini.
  11. Dzulqo’dah (ذوالقاعدة)
    Bulan ini persis dinamai Dzulqo’sudah karena arti dari qa’ada adalah duduk atau istirahat (tidak beraktivitas). Disebut qa’ada karena pada bulan ini orang-orang Arab sedang istirahat dari berperang guna mempersiapkan bulan untuk haji, yaitu Dzulhijjah.
  12. Dzulhijjah (ذوالحجاة )
    Kata yang berawalan Dzu bermakna memiliki atau yang punya. Maka Dzulhijjah dimaknai bulan yang yang punya haji. Karena ibadah haji hanya dilakukan di bulan ini. Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan sejak dulu, bangsa Arab pergi haji dan melakukan tawaf di Ka’bah di bulan Dzulhijjah.

Mudah-mudahan kita dapat mengingat dan menghafal nama dan bulan Hijriah sebagai bagian dari identitas kita sebagai seorang muslim.

Penanggalan ini penting bagi kita sebagai umat Islam. Sedikitnya ada dua alasan penting kalender Hijriah bagi muslim diantaranya:

  1. Kalender Islam sangat penting karena dimulai dari peristiwa Hijrah. Ini mengingatkan kita akan pengorbanan umat Islam untuk melestarikan agama Islam, meninggalkan segalanya saat bermigrasi dari Makkah ke Madinah.
  2. Melalui penanggalan Hijriah, Allah Swt mengajarkan kepada kita bahwa pergulatan antara kebenaran dan kejahatan bersifat abadi. Sebagai Muslim, kita terus-menerus berjuang dalam pertempuran ini dengan mengorbankan kesenangan dan keinginan kita demi jalan menuju kebenaran dan Jannah.

Penulis: Ustad Farhan Fauzan

Referensi:

https://www.charityright.org.uk

https://muslimhands.org.uk

Tinggalkan komentar