Tahukah Anda mengapa karbon dioksida menjadi faktor penting dalam pemanasan global?

Saya yakin Anda semua sudah familiar dengan karbon dioksida dan sering mendengarnya. Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, mari kita kembali membahas senyawa kimia “karbon dioksida” yang terus bertumpuk dan mengancam keberadaan planet Bumi serta isinya.

Gambar menunjukkan siklus karbon, gambar: ck-12.org
  • Karbon dioksida adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom karbon, yang dituliskan sebagai CO2.
  • Berbentuk gas dan berada di atmosfer sebagai zat penting dalam efek rumah kaca karena kemampuannya menyerap sinar inframerah.
  • Karbon dioksida dihasilkan oleh semua makhluk hidup mulai dari mikroorganisme, fungi, hingga manusia dalam proses respirasi (pernapasan). Proses ini terjadi ketika makhluk hidup menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan. Karbon dioksida kemudian diserap oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis, di mana karbon dioksida dan air diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari.
  • Kendaraan, pabrik, dan proses industri, termasuk pembakaran dan letusan gunung berapi, merupakan sumber emisi karbon dioksida yang signifikan.
  • Bagi tumbuhan, karbon dioksida penting dalam proses fotosintesis. Hutan dan ruang hijau di perkotaan membantu mengurangi jumlah karbon dioksida.
  • CO2 adalah gas tak berwarna dan tak berbau, namun terasa asam di mulut pada konsentrasi tinggi.
  • Konsentrasi CO₂ biasanya turun selama bulan-bulan musim panas. Hal ini disebabkan oleh tanaman yang menyerap lebih banyak CO₂ melalui fotosintesis dibandingkan yang dilepaskan melalui respirasi selama bulan-bulan hangat, saat tanaman sedang tumbuh paling pesat.
  • Samudera merupakan tempat pembuangan raksasa karbon dioksida yang sangat efektif, dengan sekitar 50 kali lebih banyak karbon terlarut di dalamnya dibandingkan dengan yang terdapat di atmosfer.
  • Jumlah karbon dioksida di kota lebih banyak daripada di desa.
  • Karbon dioksida berperan sebagai mediator dalam proses pernapasan.
  • Menurut salah satu kajian dari Departemen Pertanian Amerika Serikat, pernapasan orang rata-rata menghasilkan sekitar 450 liter atau sekitar 900 gram karbon dioksida per hari.
  • Keracunan CO2, dikenal sebagai lembap hitam, menyebabkan kematian massal hampir 2000 orang di pertambangan Danau Nyos, Kamerun, pada tahun 1996.

Statistic: Average monthly carbon dioxide (CO₂) levels in the atmosphere worldwide from 1990 to 2024 (in parts per million) | Statista
Sumber grafik: Statista

  • 26 miliar ton karbon dioksida dihasilkan setiap tahunnya
  • Jumlah karbon dioksida meningkat karena faktor-faktor yang membuat suhu bumi naik, dan ini berdampak negatif bagi kehidupan.
  • Kenaikan emisi CO2 pada 2011 adalah 2,7%, melampaui rata-rata kenaikan 10 tahun terakhir tetapi masih lebih rendah dari kenaikan pada tahun 2010 yang mencapai 5%.
  • Negara-negara penghasil emisi terbesar telah memproduksi total 34 miliar ton emisi CO2 pada 2011 dengan komposisi: China (29%), Amerika Serikat (16%), Uni Eropa (11%), India (6%), Federasi Rusia (5%) dan Jepang (4%).
  • Emisi karbon Indonesia terus naik, menjadi 490 juta ton pada 2011 (naik 210%) dibanding level pada tahun 1990. Emisi CO2 per kapita Indonesia juga naik 122% dari 0,9 ton emisi CO2/penduduk pada tahun 1990 menjadi 2 ton emisi CO2/penduduk pada 2011.
  • Kendaraan bermotor (motor dan mobil) adalah penghasil utama emisi karbon selain pabrik industri.
  • Konsentrasi CO2 rata-rata bulanan di atmosfer mencapai rekor tertinggi sebesar 425,4 bagian per juta (ppm) pada bulan Maret 2024. Angka ini meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan tingkat rata-rata yang tercatat pada bulan Februari 2000. Pada tahun 2023, rata-rata konsentrasi CO₂ tahunan global mencapai rekor tertinggi. tinggi 421 ppm.

Ilustrasi efek rumah kaca, sumber: ck-12.org

Efek rumah kaca terjadi saat konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas lainnya seperti NO2, CFC meningkat di atmosfer.

Sebelumnya kita perlu mengetahui tentang energi matahari yang masuk ke Bumi:

  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan Bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan Bumi

Awan dan permukaan bumi memantulkan kembali energi dalam bentuk radiasi inframerah. Namun, sebagian besar radiasi ini tertahan oleh awan dan gas CO2 serta gas lainnya, dan kemudian dikembalikan ke permukaan bumi.

Efek rumah kaca merupakan proses alami yang menghangatkan permukaan bumi. Ketika energi matahari mencapai atmosfer bumi, sebagian dipantulkan kembali ke luar angkasa dan sisanya diserap dan diradiasi kembali oleh gas rumah kaca. Gas-gas ini termasuk uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (NO2), dan ozon (O3).

Gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer, menjaga permukaan bumi lebih hangat dibandingkan tanpa gas-gas ini. Inilah yang kita sebut dengan efek rumah kaca.

Hal ini penting bagi kehidupan di Bumi, karena menjaga planet kita cukup hangat untuk menopang kehidupan. Namun, aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, telah meningkatkan konsentrasi gas-gas tersebut di atmosfer, meningkatkan efek rumah kaca dan menyebabkan pemanasan global.

Salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates, dalam website resmi pribadinya, gatesnotes.com untuk laporan tahunan di 2016, dipaparkan beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya kadar karbon dioksida di Bumi digambarkan dalam persamaan berikut:

CO2 = P x S x E x C

P = People

Hal ini menjadi faktor utama mengapa kadar CO2 makin tinggi di atmosfer. Jumlah populasi manusia kian hari kian bertambah, yang berujung makin padatnya perkotaan, makin tingginya konsumsi energi yang akhirnya makin sedikit sumber energi dan berujung dengan konsumsi bahan bakar yang menghasilkan karbon dioksida makin tak terbatas.

S = Services Per Person

Seberapa banyak orang di bumi ini mengkonsumsi energi, terutama yang tidak terkendali untuk digunakan atau dipakai dalam kehidupan sehari-hari mulai dari makanan, nonton Televisi, gadget, notebook, kulkas, lampu dan banyak lainnya.

E = Energy Per Service

Penggunaan atau konsumsi energi yang semakin tidak terkendali, maka saat itulah bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi makin menipis dan saat itu pula konsentrasi CO2 yang dihasilkan dari bahan bakar makin tinggi.

C = CO2 Per Unit Energy

Seberapa besar jumlah karbon dioksida yang dihasilkan dari setiap penghasil energi. Bisakah 0 persen ke depannya? Rasanya tidak akan terjadi kalau bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik berasal dari bahan bakar fosil.

Untuk itu Bill Gates menyarankan perlu rencana matang ke depan untuk menggunakan penghasil energi yang ramah lingkungan agar jumlah CO2 yang dihasilkan sangat sedikit bahkan mungkin nol.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Bill Gates dalam blog gatesnotes, emisi karbon global terutama berasal dari lima kegiatan manusia, yaitu manufaktur, listrik, pertanian, transportasi, dan bangunan. Gates menekankan bahwa meskipun berita tentang perubahan iklim cenderung suram, masih ada kemajuan yang perlu diperhatikan. Dengan menjelaskan kontribusi aktivitas manusia terhadap emisi karbon, Gates berharap dapat mendorong perubahan positif dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Emisi karbon atau emisi karbon dioksida (CO2) adalah pelepasan gas karbon dioksida ke atmosfer bumi.

Kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi besar dalam melepaskan gas CO2 ke atmosfer, yang dapat meningkatkan efek rumah kaca dan berujung pada pemanasan global.

Emisi karbon global menjadi isu penting dalam upaya menangani perubahan iklim.

Dari kelima sektor tersebut, manufaktur memainkan peran besar dalam menciptakan emisi karbon, karena proses produksi dalam industri manufaktur seringkali memerlukan penggunaan energi yang berbasis bahan bakar fosil.

Sementara itu, sektor listrik juga menjadi sumber emisi karbon yang signifikan, terutama jika sumber energi listrik berasal dari pembakaran batu bara atau minyak bumi.

Selain itu, sektor pertanian juga turut berperan dalam emisi karbon global melalui kegiatan seperti penggunaan pupuk sintetis dan perubahan penggunaan lahan.

Kegiatan transportasi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar fosil dalam kendaraan bermotor.

Terakhir, sektor bangunan juga memiliki dampak yang signifikan terhadap emisi karbon melalui konsumsi energi untuk pemanasan, pendinginan, dan operasional bangunan secara umum.

Penting untuk memahami dampak dari kelima sektor ini guna mengembangkan strategi pengurangan emisi karbon yang efektif dan berkelanjutan.

  1. Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
  2. Menggunakan Transportasi Publik atau Berbagi Kendaraan
  3. Mengurangi Pemakaian Listrik
  4. Memilih Produk Ramah Lingkungan
  5. Menanam Pohon atau Berkebun

Mengurangi emisi karbon adalah langkah penting dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan mengadopsi langkah-langkah sederhana ini, kita dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari kita.

Dengan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, kita dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Referensi:

wikipedia.org

gatesnotes.com

umsu.ac.id

pgnlng.co.id

ck-12.org

Tinggalkan komentar