“Saya kadang suka terpancing, Teh. Sudah tahu bensin naik, tapi penumpang seolah-olah pura-pura tidak mengerti. Apa iya mereka bodoh. Dari penampilan seolah-olah yang terpelajar. Banyak yang ngeyel, saya jadi emosi.” Ujar seorang sopir angkot di pinggiran kota Bandung beberapa saat setelah reda dari marah-marah dan berucap kasar, serta melarikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.

Emosi bagi kebanyakan orang merupakan luapan perasaan yang meledak-ledak, atau dengan kata lain, marah. Orang yang emosional sering digambarkan merupakan orang yang gampang marah, sering berbicara dengan nada tinggi, kadang tangan pun ikut bergerak jika kata-katanya “kalah’. Lalu bagaimanakah sebenarnya emosi itu? Dan bagaimana kaitannya dengan hidup yang sukses?? Mari kita coba lebih mengerti.

Secara etimologis (asal-usul kata) emosi berasal dari bahasa Perancis yaitu émotion yang berasal dari kata émouvoir (kegembiraan), yang merupakan turunan dari bahasa Latin yaitu emovere yang merupakan gabungan dari e- yang artinya ‘luar’ dan -movere yang artinya ‘bergerak’. Dapat disimpulkan bahwa emosi berarti ‘bergerak keluar’.

Daniel Goleman dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Dengan kata lain, emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Goleman juga menyebutkan ada ratusan emosi yang dimiliki oleh manusia. Atas keberagaman jenis emosi tersebut, Goleman membagi emosi menjadi 8 jenis yaitu: amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, dan malu. Jadi, ternyata emosi bukan saja perasaan marah, tapi juga semua perasaan-perasaan dan ekspresi yang bergerak keluar dari dalam tubuh manusia.

Hubungan antara emosi dan hidup yang sukses ditunjukkan dengan teori Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional. Menurut teori ini, keberhasilan seseorang tidak bergantung pada tingkat kecerdasan intelektual atau Intelligentia Quotient (IQ) saja, melainkan EQ yang tinggi. Emosi tidak hanya membuat kemampuan kita bertambah, tapi juga dapat mencabut seluruh kehebatan kita.

Ada banyak pendapat mengenai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional menurut Mayer dan Salovey adalah kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.

Sementara itu Bar-On (2000) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi, dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.

Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

1. Kesadaran Diri

Mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri; memiliki tolak ukur yang realitas atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.

2. Pengaturan Diri

Menangani emosi sedemikian rupa sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas; peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran; mampu pulih kembali dari tekanan emosi.

3. Motivasi

Menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakan dan menuntun menuju sasaran, membantu mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif, dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

4. Empati

Merasakan yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang.

5. Keterampilan Sosial

Menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; menggunakan keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim.


Dari kelima dasar kecerdasan emosi dan sosial tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi mempunyai ciri-ciri seperti di bawah ini:

  1. Fokus pada hal-hal yang positif
    Mereka yang memiliki kecerdasan emosional ketika menghadapi masalah akan bersikap positif yang akan membawa kepada solusi yang tepat terhadap permasalahan tersebut. Mereka sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah.
  2. Meninggalkan yang negatif, berkumpul bersama yang positif
    Berkumpul dengan orang yang suka mengeluh dan mengumpat secara tidak langsung menghabiskan energi yang mendengarkannya. Orang dengan EQ tinggi akan berkumpul dengan orang yang berpikiran positif dan penuh semangat dengan tujuan akan ketularan hal positif tersebut.
  3. Asertif
    Asertif merupakan sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Mereka tahu betul kapan mereka harus bicara, mereka selalu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.
  4. Visioner dan siap move-on
    Mereka tidak akan berlarut-larut dengan kegagalan di masa lalu. Bagi mereka kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran yang penting diambil hikmahnya untuk kemudian mengambil langkah yang tepat di masa depan. Orang-orang dengan EQ tinggi akan sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya di masa depan.
  5. Tahu cara membuat hidup lebih bahagia dan bermakna
    Dimana pun mereka berada, mereka akan membawa kebahagiaan kesekelilingnya. Karena tanpa disadari, pribadi yang gampang bersyukur akan lebih mudah bahagia dan selalu ingin membantu orang-orang sekitarnya. Bagi mereka berhasil membantu orang lain membawa kebahagiaan bagi dirinya.
  6. Tahu cara mengeluarkan energi secara bijak
    Mereka tidak akan mengeluarkan energi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan membuang waktu, mereka akan fokus pada tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain.
  7. Terus belajar dan berkembang
    Mereka sadar bahwa mereka bukan apa-apa. Bagi mereka belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal baru dan berani mencoba berbagai tantangan yang akan membuat mereka berkembang. Kritik dan saran dari orang lain akan dipertimbangkan sebagai referensi untuk mengambil keputusan dan menentukan langkah selanjutnya di masa depan.

Kita harus menyadari betapa pentingnya pengaruh emosi terhadap kesuksesan kita, baik dalam kehidupan pribadi maupun karier. Emosi kita tidak hanya memengaruhi diri kita sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita.

Ada hubungan timbal balik antara perilaku kita dan perilaku orang lain, dan kecerdasan emosional bukan hanya meningkatkan diri kita sendiri, tetapi juga ikut membangun orang-orang di sekitar kita.

Jika kita semua memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, kita dapat mencegah konflik-konflik seperti yang sering terjadi di antara sopir dan penumpang angkot. Yuk, tingkatkan kecerdasan emosional kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kita semua!

Referensi:

Makalah Emosi Psikologi Umum

http://id.wikipedia.org

Hude, M. Darwis. 2006. Emosi : Penjelajahan Religio-Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam Al-Qur’an. Bandung: Penerbit Erlangga.

5 Dasar Kecerdasan Emosional Daniel Goleman


    Tinggalkan komentar