Tahun 2024, seperti 2023, menghadirkan tantangan baru dalam bisnis. Pengalaman dua tahun terakhir sangat berharga, dan Alhamdulillah, 2024 menunjukkan kemajuan pesat untuk usaha fashion pria yang telah berjalan selama 12 tahun.
Tulisan ini adalah catatan penting untuk mengingat beberapa pelajaran berharga yang diharapkan bermanfaat bagi pembaca, terutama yang menjalankan bisnis.
6 Pelajaran Kunci untuk Meningkatkan Pendapatan Bisnis Fashion Pria selama 2024
1. Pentingnya mengenal target pasar
Selama 10 tahun, saya menargetkan pria usia 18-35 tahun kelas ekonomi menengah. Namun, pada 2022, saya menyadari target tersebut tidak lagi menguntungkan. Setelah pandemi, saya mengubah target pasar menjadi pria, usia 30-50 tahun dengan kelas ekonomi menengah atas.
Untuk menargetkan kelas menengah atas, diperlukan upaya dalam meningkatkan kualitas produk, branding yang lebih baik, dan mengikuti trade show. Meskipun melelahkan di awal, proses ini menjadi lebih terarah seiring waktu.
Keterbatasan dana menyulitkan peningkatan kualitas, bahkan setelah kualitas terjaga, pemasaran tetap sulit karena keluhan konsumen tentang kenaikan harga. Meskipun sudah ada edukasi produk tentang peningkatan kualitas, proses ini memerlukan waktu hingga dua tahun, dari 2022-2023.
Alhamdulillah, tahun 2024, dengan branding yang konsisten, pelayanan yang lebih baik, marketing yang lebih optimal, semua usaha yang dilakukan terasa terbayar.
2. Percaya diri dengan produk yang kita jual adalah kunci
Menargetkan pasar menengah atas memerlukan fokus pada kualitas dan keunikan produk.
Hal ini juga dijelaskan Iwan Setiawan, dalam videonya.
Video di atas menarik perhatian, bahwa setiap pasar membutuhkan strategi yang berbeda. “Good, Better, Best” adalah tiga pendekatan dalam kualitas produk yang dijual.
- Good adalah produk standar yang biasa, tidak jelek atau murahan, dan sesuai dengan harga.
- Better berarti produk yang lebih baik, dengan aksen tambahan dan cutting yang nyaman, cocok untuk menyasar kelas menengah yang ingin kualitas lebih baik dengan harga terjangkau.
- Best adalah cara menjual produk berkualitas tinggi dengan pelayanan terbaik. Produk ini ditujukan untuk kalangan menengah atas hingga atas.
Setelah kita menentukan pasar dengan jelas, kepercayaan diri terhadap produk harus diperkuat. Ashley, penulis dan desainer fashion, menjelaskan ini dalam tulisannya berjudul 9 Confidence Lessons I’ve Learned From Starting a Fashion Business.
Salah satu pelajarannya adalah “Jika Anda tidak percaya pada produk Anda, orang lain juga tidak akan percaya.”
Dari wawasan di atas, selama 2 tahun terakhir saya berusaha untuk percaya diri menjual produk di kalangan menengah atas, dengan mengenali identitas brand, meningkatkan kualitas bahan dan desain, serta memberikan pelayanan maksimal termasuk pengetahuan produk untuk semua tim.
Alhamdulillah mulai 2023, saya percaya diri menawarkan produk di expo dan mall untuk kelas menengah atas, seperti PVJ Mall Bandung.
3. Offline masih sangat penting
Menjual produk untuk kelas menengah atas di expo atau pameran setiap bulan, ternyata berpengaruh positif pada penjualan dan branding.
Dalam artikel sebelumnya Peluang Meningkatkan Pendapatan dari Pameran, saya membahas 19 cara untuk meningkatkan penjualan, salah satunya adalah pameran atau expo.
Bagi brand saya, ini adalah kemajuan besar dengan sumber pendapatan baru yang signifikan, karena dampaknya langsung terasa pada profit dan kesadaran merek serta pemahaman produk pada konsumen.
Hal ini pula yang menginspirasi saya pindah toko dari Cimahi ke Bandung pada 20 Desember 2024 agar lebih dekat PVJ Mall. Alhamdulillah, respons konsumen positif karena akses ke Bandung lebih mudah dibanding Cimahi.
4. Ketersediaan stok selalu menjadi yang terpenting
Stok adalah hal penting dalam menjual produk, baik online maupun offline. Terutama untuk produk hero atau best seller, stok sangat mempengaruhi penjualan.
Produk dengan deep stock lebih diutamakan di marketplace, terutama untuk produk terlaris yang termasuk top 5 penjualan di Shopee.
5. Profit First
Saking pentingnya pengelolaan keuangan, ada sebuah teori yang menarik perhatian dan berhasil diterapkan.
Teori Profit First oleh Mike Michalowicz menjelaskan cara mendapatkan profit terlebih dahulu dengan mengubah cara perhitungan yang biasa.
Penjualan – Pengeluaran = Laba
menjadi:
Penjualan – Laba = Pengeluaran
Bagaimana caranya:
- Use smaller plate: Gunakan piring lebih kecil dengan membatasi ukuran anggaran pengeluaran operasional akan membantu Anda mengurangi pengeluaran berlebih dari waktu ke waktu.
- Serve sequentially: Sajikan berurutan, keuntungan itu seperti makanan kaya nutrisi. Ketika Anda mulai mengalokasikan pendapatan penjualan riil ke keuntungan terlebih dahulu, Anda akan meningkatkan kepuasan Anda dan tentu saja ingin mengurangi pengeluaran.
- Remove temptation: Menghilangkan godaan, dengan cara memindahkan keuntungan di bank terpisah, yang mempersulit penarikan dana + penundaan, contohnya: tabungan berjangka, tabungan yang tidak memiliki m-banking.
- Enforce a rhythm. Terapkan ritme dengan mengalokasikan atau membagi keuntungan menggunakan sistem profit first, mentransfer uang dari INCOME ke pengeluaran operasional (OPEX), kompensasi pemilik (COMP), pajak (TAX), dan laba (PROFIT) pada tanggal 1 dan 15 setiap bulan.
Untuk penjelasan yang lebih akurat, bisa dibaca buku Profit First atau lihat rangkumannya di video di bawah ini.
6. Kita tidak bisa melayani semua orang
Pernyataan ini benar, tidak ada brand yang bisa melayani semua orang. Jadi, jangan targetkan semua orang sebagai konsumen kita.
Henry Manampiring dalam bukunya “Belajar Marketing Belajar Hidup” menyatakan bahwa sebuah brand tidak bisa menjadi segalanya untuk semua orang. Brand yang kuat justru memiliki fokus, dikenal untuk beberapa hal, dan dianggap cocok untuk segmen pelanggan tertentu saja.
Beliau juga menyatakan bahwa:
When you try to please everyone, you please no one. Ketika kita mencoba menyenangkan semua orang, kita justru gagal menyenangkan siapapun.
Masih banyak pelajaran dari perjalanan bisnis 2024, tapi 6 hal di atas telah saya jalankan sebaik mungkin dan berdampak positif pada omzet dan profit.
Mudah-mudahan tahun 2025 lebih baik dari 2024. Aamiin.

Tinggalkan komentar