Pernahkah mendengar tentang Traction Channels? Jika belum, Anda bisa membaca artikel “Peluang Meningkatkan Pendapatan dari Pameran” yang saya bahas menjelang akhir 2024.
Kita sebagai pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan modal dan sumber daya terbatas perlu strategi jelas dengan biaya minimalis untuk mengembangkan bisnis di era yang dinamis dan sulit diprediksi.
Salah satu cara untuk memperjelas strategi pemasaran bisnis adalah dengan menggunakan 19 Traction Channels yang ditulis oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares.

Dari 19 traction channels yang dijelaskan dalam artikel “19 Traction Channel untuk Mencapai Kesuksesan Bisnis“, pengusaha UMKM tidak perlu menggunakan semuanya karena terbatasnya dana dan sumber daya. Sebaiknya menggunakan minimal 3 traction channels, kemudian bertahap menggunakan 6 traction channels untuk hasil yang optimal.
Inilah 6 Traction Channels terpenting untuk bisnis di 2025 berdasarkan pengalaman saya di bisnis fashion:
- Social & Display ads: Cara beriklan online dengan gambar dan video untuk menjangkau pengguna di situs web. Iklan ini efektif untuk menarik minat pada produk atau layanan, terutama di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.
- Content Marketing melibatkan berbagi konten berharga untuk menarik orang. Perusahaan menggunakan berbagai jenis konten seperti blog dan media sosial untuk membangun merek dan menarik pelanggan.
- Search Engine Marketing (SEM): Strategi untuk mengiklankan situs web di mesin pencari dengan iklan berbayar, terutama Google Ads.
- Trade Shows: Pameran dagang adalah acara di mana bisnis menunjukkan produk dan layanan kepada pelanggan. Selain meningkatkan penjualan, pameran juga membantu mendapatkan eksposur, membangun hubungan, dan meningkatkan kesadaran merek.
- Sales: Berinteraksi langsung dengan calon pelanggan dan meyakinkan mereka untuk membeli produk atau layanan. Pahami kebutuhan mereka dan gunakan informasi itu untuk meyakinkan. Penjualan dapat dilakukan melalui toko, panggilan telepon, email, atau obrolan online.
- Existing Programs: Platform online untuk bisnis mempromosikan produk dan menjangkau lebih banyak audiens. Contohnya termasuk Facebook, Amazon (atau Shopee, Tokopedia, TikTok Shop di Indonesia), dan YouTube, yang memiliki banyak pengguna sehingga bisnis dapat terhubung dengan pelanggan potensial.
Sebagai contoh pengalaman, saya menerapkan 6 traction channels untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis. Berikut penjelasan singkatnya:
- Social & Display Ads: Iklan Instagram dengan cara boost post feed dan reels untuk meningkatkan trafik dan penjualan ke website, toko offline, dan toko online di marketplace seperti Shopee.
- Content Marketing: Konten Instagram efektif untuk pasar brand fashion saya. Diperlukan kreativitas yang sesuai dengan audiens, dengan pendekatan sederhana dan eksklusif serta tone warna natural.
- SEM: Google Ads adalah pilihan terbaik untuk iklan jenis ini di Indonesia, karena Google Search masih menjadi favorit mencari informasi. Hal yang penting adalah iklan untuk pencarian, Google Merchant, dan Google Maps.
- Trade Show: Saya mengikuti pameran di mall yang sesuai dengan target pasar, seperti PVJ di Bandung atau Jakarta Selatan. Alhamdulillah hasilnya terbilang sangat baik, penjualan dan loyalitas konsumen meningkat, serta saya mendapatkan insight yang lebih baik untuk pengembangan bisnis dibandingkan survey online.
- Sales: Memiliki toko fisik bisa efektif untuk meningkatkan loyalitas konsumen, terutama jika target pasar usia 35 tahun ke atas. Toko fisik sebaiknya dimanfaatkan sebagai offline dan online store atau kita kenal omnichannel untuk memaksimalkan fungsinya.
- Existing Programs: Program ini mencakup marketplace dan channel yang mempromosikan produk. Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop menjadi pilihan utama pengusaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan offline, serta membantu meningkatkan penjualan karena banyaknya penggunaan smartphone.
Manakah dari 6 saluran traction di atas yang paling efektif? Hasilnya beragam tergantung pada target pasar dan kreativitas brand. Dari pengalaman saya selama 12 tahun di bisnis fashion, serta dua tahun fokus menerapkannya, 6 saluran tersebut masih efektif di tahun 2025 dan saling berkaitan dari awareness hingga loyalitas konsumen.
Catatan untuk brand yang memiliki website, penting untuk mengoptimasi saluran SEO (Search Engine Optiomization). Selain itu, Affiliate Marketing juga dapat digunakan di website atau marketplace seperti Shopee.
Saya menggunakan Shopify untuk website gomuda.id yang fokus pada brand knitwear pria. Website ini digunakan untuk branding dan juga sebagai POS penjualan offline melalui toko dan expo.
Setiap brand memiliki nilai dan target pasar yang berbeda, jadi dari 6 saluran traction di atas, beberapa bisa diganti dengan Email Marketing, atau Public Relations.
Selamat menganalisa dan mencoba saluran traction yang paling sesuai untuk brand Anda di tahun 2025. Lakukan secara bertahap dari 3 ke 6 agar lebih efektif.

Tinggalkan komentar